Sabtu, 25 November 2017 | 06.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Kepala Polisi Diraja Malaysia Tolak Tuduhan Siti Aisyah Dijebak

Kepala Polisi Diraja Malaysia Tolak Tuduhan Siti Aisyah Dijebak

Senin, 27 Februari 2017 - 18:15 WIB

IMG-4413

Kepala Polisi Diraja Malaysia, Khalid Abu Bakar (Malayskini)

Malaysia, kini.co.id – Kepala Polisi Diraja Malaysia, Khalid Abu Bakar menolak tuduhan bahwa Siti Aisyah, tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-nam telah dijebak oleh seseorang untuk melakukan pembunuhan.

“Mereka bisa mengatakan apa saja, tetapi penyelidikan kami menunjukkan sebaliknya, sehingga alasan kami masih menahannya bersama tersangka lain bukan karena mendasarkan pada asumsi tersebut,” kata Khalid sebagaimana dikutip dari Malaysiakini, Senin (27/2) petang.

Menurut Khalid pihkanya melakukan menahan berdasarkan apa yang telah ditemukan dalam penyelidikan secara komprehensif.

Khalid kembali menegaskan bahwa Siti Aisyah dan seorang perempuan yang dipercayai warga Vietnam, adalah keduanya terkait dengan pembunuhan itu, namun kemudian memicu pertikaian diplomatik antara Malaysia dan Pyongyang.

Korea Utara menolak penyelidikan polisi diraja Malaysa dan menuduh memalsukan bukti serta melanggar hak asasi manusia.

Pyongyang juga menuntut bahwa agar kedua wanita tersebut dan juga seorang tersangka warga Korea Utara yang turut ditahan agar dibebaskan.

Khalid mengatakan hal itu berkaitan dengan laporan media China Press, yang mengutip pernyataan rekan Siti Aisyah yang mengungkapkan bahwa bahwa pada 12 Februari sebelum melakukan pembunuhan, Siti Aisyah merayakan ulang tahunnya di sebuah klub malam yang di Kuala Lumpur. “Saya tidak percaya dia membunuh seseorang hanya karena untuk mendapatkan uang. Mustahil. Saya rasa dia telah dijebak,” jelas temannya seperti diberitakan China Press.

Menurut rekan Siti Aisyah, tersangka tidak memiliki motif untuk membunuh Jong-nam dan hanya ikut sebuah reality show.

Ia mengatakan kepada para pejabat Kedutaan Besar Indonesia di Kualalumpur, dia dibayar RM400 (sekitar Rp1,2 juta) untuk ambil bagian dalam apa yang ia kira sebagai lelucon, dan ia mengira cairan yang diberikan kepada dia itu adalah baby oil.

Atas sangkalan tersebut, Khalid memastikan motif Siti Aisyah sengaja bukan karena diperdayai oleh pihak lain, namun ia memastikan bahwa Siti Aisyah dalam melakukan pembunuhan sudah terlatih.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:16 WIB

Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban

Dipastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan teror bom di Sinai, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. ...
Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:10 WIB

Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai

Sedikitnya 184 orang tewas dalam serangan bom dan tembakan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai, utara Mesir. Serangan tersebut terjadi ...
Mugabe menolak diasingkan
Politik - Jumat, 24 November 2017 - 01:56 WIB

Mugabe menolak diasingkan

Mantan orang kuat di Zimbabwe, Robert Mugabe, mendapatkan kekebalan (imunitas) dari tuntutan hukum dan jaminan keselamatan sebagai bagian dari kesepakatan ...
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...