Jumat, 22 September 2017 | 13.13 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Kepala Polisi Diraja Malaysia Tolak Tuduhan Siti Aisyah Dijebak

Kepala Polisi Diraja Malaysia Tolak Tuduhan Siti Aisyah Dijebak

Senin, 27 Februari 2017 - 18:15 WIB

IMG-4413

Kepala Polisi Diraja Malaysia, Khalid Abu Bakar (Malayskini)

Malaysia, kini.co.id – Kepala Polisi Diraja Malaysia, Khalid Abu Bakar menolak tuduhan bahwa Siti Aisyah, tersangka kasus pembunuhan Kim Jong-nam telah dijebak oleh seseorang untuk melakukan pembunuhan.

“Mereka bisa mengatakan apa saja, tetapi penyelidikan kami menunjukkan sebaliknya, sehingga alasan kami masih menahannya bersama tersangka lain bukan karena mendasarkan pada asumsi tersebut,” kata Khalid sebagaimana dikutip dari Malaysiakini, Senin (27/2) petang.

Menurut Khalid pihkanya melakukan menahan berdasarkan apa yang telah ditemukan dalam penyelidikan secara komprehensif.

Khalid kembali menegaskan bahwa Siti Aisyah dan seorang perempuan yang dipercayai warga Vietnam, adalah keduanya terkait dengan pembunuhan itu, namun kemudian memicu pertikaian diplomatik antara Malaysia dan Pyongyang.

Korea Utara menolak penyelidikan polisi diraja Malaysa dan menuduh memalsukan bukti serta melanggar hak asasi manusia.

Pyongyang juga menuntut bahwa agar kedua wanita tersebut dan juga seorang tersangka warga Korea Utara yang turut ditahan agar dibebaskan.

Khalid mengatakan hal itu berkaitan dengan laporan media China Press, yang mengutip pernyataan rekan Siti Aisyah yang mengungkapkan bahwa bahwa pada 12 Februari sebelum melakukan pembunuhan, Siti Aisyah merayakan ulang tahunnya di sebuah klub malam yang di Kuala Lumpur. “Saya tidak percaya dia membunuh seseorang hanya karena untuk mendapatkan uang. Mustahil. Saya rasa dia telah dijebak,” jelas temannya seperti diberitakan China Press.

Menurut rekan Siti Aisyah, tersangka tidak memiliki motif untuk membunuh Jong-nam dan hanya ikut sebuah reality show.

Ia mengatakan kepada para pejabat Kedutaan Besar Indonesia di Kualalumpur, dia dibayar RM400 (sekitar Rp1,2 juta) untuk ambil bagian dalam apa yang ia kira sebagai lelucon, dan ia mengira cairan yang diberikan kepada dia itu adalah baby oil.

Atas sangkalan tersebut, Khalid memastikan motif Siti Aisyah sengaja bukan karena diperdayai oleh pihak lain, namun ia memastikan bahwa Siti Aisyah dalam melakukan pembunuhan sudah terlatih.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...