Minggu, 22 April 2018 | 05.34 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Geram, Kelompok Penyihir AS Kompak Mantrai Trump

Geram, Kelompok Penyihir AS Kompak Mantrai Trump

Reporter : Bambang Medy | Senin, 27 Februari 2017 - 15:11 WIB

IMG-4410

Ilustrasi

New York, kini.co.id – Karena tidak suka akan kebijakannya yang baru, belasan orang dari kelompok penyihir Amerika Serikat (AS) berkumpul untuk memantrai Presiden Donald Trump.

Dikutip dari Tempo yang melansir BuzzFeed News, Senin (27/2/2017), kelompok penyihir yang dipimpin Michael Hughes itu berkumpul untuk memantrai Trump agar tidak berlebihan dalam melakukan tugasnya.

Selain belasan orang yang berada di depan Menara Trump di New York, acara yang dilakukan Sabtu (25/2/2017) dini hari waktu setempat tersebut juga diikuti oleh ribuan penyihir lainnya dari penjuru AS melalui akun Facebook.

Para penyihir tersebut diperintahkan untuk mengukir nama Trump di sebatang lilin, melantukan mantra dan kemudian membakar foto pria berusia 70 tahun itu sambil berseru: “Kamu dipecat!”.

“Kami tidak menginginkan hal berbahaya bagi siapa pun,” ungkap Kat, salah satu penyihir aliran sihir putih, Wiccan, di Amerika Serikat.

Hal tersebut disetujui MaryPat Azevedo yang mengikuti ritual ini dari Arizona dengan menyebut aksi ini sebagai doa bersama.

“Seorang penyihir tidak pernah memantrai seseorang tanpa izin. Kali ini kami melakukan doa untuk kesejahteraan bersama. Saya berharap mantra ini dapat mengubah emosi, spiritual dan fisik Donald Trump serta politik Amerika,” ungkap Azevedo.

Namun, tentu saja aksi mendapat kecaman dari beberapa kalangan, terutama pendukung Trump. Salah satunya ada kelompok Kristen konservatif, di mana salah seorang anggotanya, Donna, turut serta ke dalam aksi tersebut untuk menghalangi aksi para penyihir tersebut.

Ia memegang cermin tinggi-tinggi dan diarahkan kepada para penyihir, untuk “mengembalikan mantra kepada mereka sendiri.”

“Mereka sangat kejam. Saya ingin melindungi Donald Trump dari kejahatan mereka,” pungkas Donna.

Selain Donna, juga ada pendeta karismatis, Joshua Feuerstein, yang juga mengecam aksi tersebut. Melalui lamannya, ia menegaskan mantra para penyihir tidak akan bisa melawan perlindungan Tuhan terhadap Trump.

Walaupu begitu, para penyihir tersebut tidak mengacuhkan ancama tersebut dan berencana akan berkumpul lagi pada malam bulan sabit pada 26 Maret mendatang untuk menggelar aksi lanjutan. Mereka bersumpah akan terus melakukan aksi ini hingga Trump meninggalkan Gedung Putih.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...