Sabtu, 25 November 2017 | 06.52 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Geram, Kelompok Penyihir AS Kompak Mantrai Trump

Geram, Kelompok Penyihir AS Kompak Mantrai Trump

Reporter : Bambang Medy | Senin, 27 Februari 2017 - 15:11 WIB

IMG-4410

Ilustrasi

New York, kini.co.id – Karena tidak suka akan kebijakannya yang baru, belasan orang dari kelompok penyihir Amerika Serikat (AS) berkumpul untuk memantrai Presiden Donald Trump.

Dikutip dari Tempo yang melansir BuzzFeed News, Senin (27/2/2017), kelompok penyihir yang dipimpin Michael Hughes itu berkumpul untuk memantrai Trump agar tidak berlebihan dalam melakukan tugasnya.

Selain belasan orang yang berada di depan Menara Trump di New York, acara yang dilakukan Sabtu (25/2/2017) dini hari waktu setempat tersebut juga diikuti oleh ribuan penyihir lainnya dari penjuru AS melalui akun Facebook.

Para penyihir tersebut diperintahkan untuk mengukir nama Trump di sebatang lilin, melantukan mantra dan kemudian membakar foto pria berusia 70 tahun itu sambil berseru: “Kamu dipecat!”.

“Kami tidak menginginkan hal berbahaya bagi siapa pun,” ungkap Kat, salah satu penyihir aliran sihir putih, Wiccan, di Amerika Serikat.

Hal tersebut disetujui MaryPat Azevedo yang mengikuti ritual ini dari Arizona dengan menyebut aksi ini sebagai doa bersama.

“Seorang penyihir tidak pernah memantrai seseorang tanpa izin. Kali ini kami melakukan doa untuk kesejahteraan bersama. Saya berharap mantra ini dapat mengubah emosi, spiritual dan fisik Donald Trump serta politik Amerika,” ungkap Azevedo.

Namun, tentu saja aksi mendapat kecaman dari beberapa kalangan, terutama pendukung Trump. Salah satunya ada kelompok Kristen konservatif, di mana salah seorang anggotanya, Donna, turut serta ke dalam aksi tersebut untuk menghalangi aksi para penyihir tersebut.

Ia memegang cermin tinggi-tinggi dan diarahkan kepada para penyihir, untuk “mengembalikan mantra kepada mereka sendiri.”

“Mereka sangat kejam. Saya ingin melindungi Donald Trump dari kejahatan mereka,” pungkas Donna.

Selain Donna, juga ada pendeta karismatis, Joshua Feuerstein, yang juga mengecam aksi tersebut. Melalui lamannya, ia menegaskan mantra para penyihir tidak akan bisa melawan perlindungan Tuhan terhadap Trump.

Walaupu begitu, para penyihir tersebut tidak mengacuhkan ancama tersebut dan berencana akan berkumpul lagi pada malam bulan sabit pada 26 Maret mendatang untuk menggelar aksi lanjutan. Mereka bersumpah akan terus melakukan aksi ini hingga Trump meninggalkan Gedung Putih.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:16 WIB

Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban

Dipastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan teror bom di Sinai, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. ...
Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:10 WIB

Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai

Sedikitnya 184 orang tewas dalam serangan bom dan tembakan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai, utara Mesir. Serangan tersebut terjadi ...
Mugabe menolak diasingkan
Politik - Jumat, 24 November 2017 - 01:56 WIB

Mugabe menolak diasingkan

Mantan orang kuat di Zimbabwe, Robert Mugabe, mendapatkan kekebalan (imunitas) dari tuntutan hukum dan jaminan keselamatan sebagai bagian dari kesepakatan ...
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...