Jumat, 22 September 2017 | 13.04 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Geram, Kelompok Penyihir AS Kompak Mantrai Trump

Geram, Kelompok Penyihir AS Kompak Mantrai Trump

Reporter : Bambang Medy | Senin, 27 Februari 2017 - 15:11 WIB

IMG-4410

Ilustrasi

New York, kini.co.id – Karena tidak suka akan kebijakannya yang baru, belasan orang dari kelompok penyihir Amerika Serikat (AS) berkumpul untuk memantrai Presiden Donald Trump.

Dikutip dari Tempo yang melansir BuzzFeed News, Senin (27/2/2017), kelompok penyihir yang dipimpin Michael Hughes itu berkumpul untuk memantrai Trump agar tidak berlebihan dalam melakukan tugasnya.

Selain belasan orang yang berada di depan Menara Trump di New York, acara yang dilakukan Sabtu (25/2/2017) dini hari waktu setempat tersebut juga diikuti oleh ribuan penyihir lainnya dari penjuru AS melalui akun Facebook.

Para penyihir tersebut diperintahkan untuk mengukir nama Trump di sebatang lilin, melantukan mantra dan kemudian membakar foto pria berusia 70 tahun itu sambil berseru: “Kamu dipecat!”.

“Kami tidak menginginkan hal berbahaya bagi siapa pun,” ungkap Kat, salah satu penyihir aliran sihir putih, Wiccan, di Amerika Serikat.

Hal tersebut disetujui MaryPat Azevedo yang mengikuti ritual ini dari Arizona dengan menyebut aksi ini sebagai doa bersama.

“Seorang penyihir tidak pernah memantrai seseorang tanpa izin. Kali ini kami melakukan doa untuk kesejahteraan bersama. Saya berharap mantra ini dapat mengubah emosi, spiritual dan fisik Donald Trump serta politik Amerika,” ungkap Azevedo.

Namun, tentu saja aksi mendapat kecaman dari beberapa kalangan, terutama pendukung Trump. Salah satunya ada kelompok Kristen konservatif, di mana salah seorang anggotanya, Donna, turut serta ke dalam aksi tersebut untuk menghalangi aksi para penyihir tersebut.

Ia memegang cermin tinggi-tinggi dan diarahkan kepada para penyihir, untuk “mengembalikan mantra kepada mereka sendiri.”

“Mereka sangat kejam. Saya ingin melindungi Donald Trump dari kejahatan mereka,” pungkas Donna.

Selain Donna, juga ada pendeta karismatis, Joshua Feuerstein, yang juga mengecam aksi tersebut. Melalui lamannya, ia menegaskan mantra para penyihir tidak akan bisa melawan perlindungan Tuhan terhadap Trump.

Walaupu begitu, para penyihir tersebut tidak mengacuhkan ancama tersebut dan berencana akan berkumpul lagi pada malam bulan sabit pada 26 Maret mendatang untuk menggelar aksi lanjutan. Mereka bersumpah akan terus melakukan aksi ini hingga Trump meninggalkan Gedung Putih.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...