Kamis, 22 Februari 2018 | 08.14 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ternyata Kim Jong Nam Dibunuh Pakai Senjata Kimia Pemusnah Massal

Ternyata Kim Jong Nam Dibunuh Pakai Senjata Kimia Pemusnah Massal

Reporter : M. Zaki | Jumat, 24 Februari 2017 - 11:32 WIB

IMG-4395

Kim Jong Nam semasa hidup. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Kim Jong Nam, kakak tiri Presiden Korut, Kim Jong Un tewas setelah diserang dua wanita menggunakan cairan yang disemprotkan ke wajah.

Tak sampai hitungan jam, racun yang menyebar di wajah pria itu langsung bekerja dan membuat korbannya meregang nyawa.

Kabarnya, racun yang digunakan untuk membunuh Jong Nam itu lebih dahsyat dari racun sianida.

Lalu apa dan bagaimana racun itu membunuh manusia?

(Baca juga: WNI Terjerat Kasus Pembunuhan Kim Jong Nam, Ini Kata Jokowi)

Dilansir dari The Guardian, Jumat (24/2/2017), racun itu bernama VX Nerve Agent. Dari namanya yang menyeramkan itu, racun ini ternyata memang sejenis senjata kimia yang memiliki nama lain etil N-2-Diisopropylaminoethyl Methylphosphonothiolate yang diklasifikasikan oleh PBB sebagai senjata pemusnah massal.

Bahkan Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat mengatakan VX adalah yang paling ampuh dari semua zat kimia penyerang saraf dan digunakan dalam “perang kimia”.

(Baca juga: Korut Sebut Malaysia Kerjasama dengan Korsel Bunuh Kim Jong Nam)

Kim Jong Nam sendiri mengeluh merasa pusing setelah disemprot cairan kimia di Bandara Kuala Lumpur, 23 Februari 2017. Dalam perjalanan ke rumahsakit, ia mengalami kejang dan kemudian tewas.

Proses hukum terhadap 4 terduga pelaku masih berlangsung hingga kini. Mirisnya, satu di antara 4 pelaku tersebut adalah warga negara Indonesia bernama Siti Aisyah.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...