Jumat, 22 September 2017 | 13.14 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Korut Sebut Malaysia Kerjasama dengan Korsel Bunuh Kim Jong Nam

Korut Sebut Malaysia Kerjasama dengan Korsel Bunuh Kim Jong Nam

Reporter : Fauzan | Kamis, 23 Februari 2017 - 11:14 WIB

IMG-4391

Adik Presiden Korut Kim Jong Un, Kim Jong Nam. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Pemerintah Korea Utara hingga saat ini masih menyebut, Siti Aisyah Cs tidak bersalah dalam pembunuhan kakak tiri Presiden Kim Jong Un, Kim Jong Nam.

Korut justru menuduh Malaysia lah yang seharusnya bertanggungjawab pada pembunuhan yang terjadi di Bandara Kuala Lumpur tersebut.

Duta Besar Korut untuk Malaysia Kang Chol bahkan mengatakan polisi Malaysia melakukan penipuan dengan menuduh 2 perempuan itu menjadi pembunuh Kim Jong Nam.

Korut mencurigai Malaysia bekerjasama dengan Korea Selatan untuk melenyapkan pria tambun tersebut, seperti yang dikutip dari The Guardian, Kamis (23/2/2017).

Kedutaan Besar Korut bahkan meminta warganya, Ri Jong-Chol segera dibebaskan. Demikian pula dengan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang dinilai tidak bersalah.

Ri Jong Chol sendiri ditangkap atas tuduhan meracik racun yang disemprotkan ke Kim Jong Nam. Ia dicurigai sebgai ahli kimia yang membuat racun itu karena selama ini Jong-Chol memiliki kehidupan yang misterius tanpa pekerjaan dan gaji.

Atas sikap Korea Utara itu, Pemerintah Malaysia menarik duta negaranya dari negara pimpinan Kim Jong Un itu.

Kuala Lumpur menarik Duta Besar (Dubes) Mohamad Nizan Mohamad dari Pyongyang karena tidak terima dituduh bersekongkol dengan Korea Selatan (Korsel). Dengan demikian hubungan diplomatik kedua negara tersebut saat ini merenggang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...