Kamis, 22 Februari 2018 | 17.34 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Korut Sebut Malaysia Kerjasama dengan Korsel Bunuh Kim Jong Nam

Korut Sebut Malaysia Kerjasama dengan Korsel Bunuh Kim Jong Nam

Reporter : Fauzan | Kamis, 23 Februari 2017 - 11:14 WIB

IMG-4391

Adik Presiden Korut Kim Jong Un, Kim Jong Nam. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Pemerintah Korea Utara hingga saat ini masih menyebut, Siti Aisyah Cs tidak bersalah dalam pembunuhan kakak tiri Presiden Kim Jong Un, Kim Jong Nam.

Korut justru menuduh Malaysia lah yang seharusnya bertanggungjawab pada pembunuhan yang terjadi di Bandara Kuala Lumpur tersebut.

Duta Besar Korut untuk Malaysia Kang Chol bahkan mengatakan polisi Malaysia melakukan penipuan dengan menuduh 2 perempuan itu menjadi pembunuh Kim Jong Nam.

Korut mencurigai Malaysia bekerjasama dengan Korea Selatan untuk melenyapkan pria tambun tersebut, seperti yang dikutip dari The Guardian, Kamis (23/2/2017).

Kedutaan Besar Korut bahkan meminta warganya, Ri Jong-Chol segera dibebaskan. Demikian pula dengan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang dinilai tidak bersalah.

Ri Jong Chol sendiri ditangkap atas tuduhan meracik racun yang disemprotkan ke Kim Jong Nam. Ia dicurigai sebgai ahli kimia yang membuat racun itu karena selama ini Jong-Chol memiliki kehidupan yang misterius tanpa pekerjaan dan gaji.

Atas sikap Korea Utara itu, Pemerintah Malaysia menarik duta negaranya dari negara pimpinan Kim Jong Un itu.

Kuala Lumpur menarik Duta Besar (Dubes) Mohamad Nizan Mohamad dari Pyongyang karena tidak terima dituduh bersekongkol dengan Korea Selatan (Korsel). Dengan demikian hubungan diplomatik kedua negara tersebut saat ini merenggang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...