Selasa, 21 November 2017 | 11.25 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Korut Sebut Malaysia Kerjasama dengan Korsel Bunuh Kim Jong Nam

Korut Sebut Malaysia Kerjasama dengan Korsel Bunuh Kim Jong Nam

Reporter : Fauzan | Kamis, 23 Februari 2017 - 11:14 WIB

IMG-4391

Adik Presiden Korut Kim Jong Un, Kim Jong Nam. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Pemerintah Korea Utara hingga saat ini masih menyebut, Siti Aisyah Cs tidak bersalah dalam pembunuhan kakak tiri Presiden Kim Jong Un, Kim Jong Nam.

Korut justru menuduh Malaysia lah yang seharusnya bertanggungjawab pada pembunuhan yang terjadi di Bandara Kuala Lumpur tersebut.

Duta Besar Korut untuk Malaysia Kang Chol bahkan mengatakan polisi Malaysia melakukan penipuan dengan menuduh 2 perempuan itu menjadi pembunuh Kim Jong Nam.

Korut mencurigai Malaysia bekerjasama dengan Korea Selatan untuk melenyapkan pria tambun tersebut, seperti yang dikutip dari The Guardian, Kamis (23/2/2017).

Kedutaan Besar Korut bahkan meminta warganya, Ri Jong-Chol segera dibebaskan. Demikian pula dengan Siti Aisyah dan Doan Thi Huong yang dinilai tidak bersalah.

Ri Jong Chol sendiri ditangkap atas tuduhan meracik racun yang disemprotkan ke Kim Jong Nam. Ia dicurigai sebgai ahli kimia yang membuat racun itu karena selama ini Jong-Chol memiliki kehidupan yang misterius tanpa pekerjaan dan gaji.

Atas sikap Korea Utara itu, Pemerintah Malaysia menarik duta negaranya dari negara pimpinan Kim Jong Un itu.

Kuala Lumpur menarik Duta Besar (Dubes) Mohamad Nizan Mohamad dari Pyongyang karena tidak terima dituduh bersekongkol dengan Korea Selatan (Korsel). Dengan demikian hubungan diplomatik kedua negara tersebut saat ini merenggang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...