Jumat, 22 September 2017 | 13.23 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Bunuh Kim Jong-nam, Siti Aisyah dan Rekannya Ditipu?

Bunuh Kim Jong-nam, Siti Aisyah dan Rekannya Ditipu?

Sabtu, 18 Februari 2017 - 10:35 WIB

IMG-4372

Siti Aisyah (Kiri) dan Doan Thi Huong (Kanan), terduga pembunuh Kim Jong Nam. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Kasus pembunuhan kakak tiri Kim Jong-un, Kim Jong-nam, masih diliputi oleh misteri. Pasalnya kedua wanita itu mengaku melakukan hal tersebut karena diajak oleh seorang pria misterius yang mengatakan kalau hal itu hanya iseng belaka.

Kedua wanita tersebut adalah Siti Aisyah, warga asal Indonesia dan Doan Thi Huong, yang merupakan warga Vietnam. Keduanya mengatakan sama sekali tidak tahu bahwa aksi kelakar itu bukan lelucon semata.

Keduanya bahkan mengklaim, sebelum melakukan aksi tersebut mereka sampai latihan aksi tersebut berulang kali agar bisa melancarkannya dengan tepat.

Menurut China Press, baik Siti serta Doan bukanlah agen Korea Utara (Korut). Namun keduanya ditipu oleh jaringan mata-mata Korut untuk melancarkan pembunuhan tersebut.

Pria misterius yang merekrut Siti Aisyah dan Doan tersebut diduga merupakan salah satu mata-mata Korut. Bahkan pria tersebut dilaporkan sempat mendekati Doa selama tiga bulan sebelum kejadian tersebut di Malaysia.

Sebagaimana dikutip dari The Star, Sabtu (18/2/2017) dalam proses pendekatan itu, pria misterius tersebut sempat mengajak Doan jalan-jalan ke luar negeri bahkan ke kampung halaman Doan sendiri, yaitu Vietnam.

Setelah semakin dekat, pria misterius lantas mengenalkan Doan dengan empat pria yang saat ini masuk ke dalam daftar pencarian polisi Malaysia terkait pembunuhan Jong-nam.

(Baca Juga: Ini Sosok Siti Aisyah, WNI Terduga Pembunuh Kim Jong Nam)

Doan lalu dikenalkan oleh Siti sekira sebulan yang lalu. Sang pria misterius tersebut lalu mengatakan kalau Ia ingin Siti dan Doan untuk melakukan keisengan terhadap Kim Jong-nam yang ternyata berujung pada pembunuhan.

Berdasarkan informasi, Siti diketahui bertugas menggunakan sapu tangan untuk menutup wajah kakak tiri Kim Jong-un itu sedangkan Doan yang memberikan racunnya. Bahkan Siti hanya dibayar USD100 untuk melancarkan aksi tersebut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...