Tuesday, 17 July 2018 | 12.43 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Adik Presiden Korut Dibunuh Cewek Pakai Rok Mini, Ini Kronologinya

Adik Presiden Korut Dibunuh Cewek Pakai Rok Mini, Ini Kronologinya

Reporter : M. Zaki | Thursday, 16 February 2017 - 12:57 WIB

IMG-4354

Adik Presiden Korut Kim Jong Un, Kim Jong Nam. (Ist)

Kuala Lumpur, kini.co.id – Wanita-wanita pembunuh ternyata tidak hanya ada dalam film-film aksi hollywood. Kenyataannya mereka berkeliaran dan membunuh target mereka.

Hal ini terungkap pada pembunuhan adik Presiden Korea Utara Kim Jong Un, Kim Jong Nam di Malaysia beberapa waktu lalu.

Dari CCTV terlihat sosok wanita memakai rok mini dan berkaus tangan panjang putih yang diduga pelaku pembunuhan Kim Jong Nam.

Wanita berambut pendek itu terlihat memakai pakaian santai, kaos bertuliskan LOL dengan tas selempang kecil. Ia juga awalnya terlihat bersama wanita lainnya yang memakai baju ungu, yang juga dicurigai sebagai pembunuh.

Kim Jong Nam diserang ketika ia baru tiba di Bandara Kuala Lumpur Malaysia dengan menggunakan paspor palsu.

Setibanya di bandara, ia diserang dua wanita. Diperkirakan, satu orang yakni wanita ber-rok mini memeganginya dari belakang dan yang satunya menyemprotkan cairan beracun dari pulpen tinta cair.

Kemudian Kim Jong Nam meminta pertolongan karena menderita sakit kepala yang luar biasa. Ia pun kemudian dibawa ke Rumah Sakit Puterajaya dengan ambulans.

Ia mengeluhkan sakit seperti terbakar pada matanya dan sakit kepala yang parah kemudian meninggal di perjalanan menuju rumahsakit.

Kepala polisi Malaysia, Khalid Abu Bakar memastikan sosok yang tertangkap kamera CCTV adalah pelaku pembunuhan itu. Pihaknya juga sudah menangkap seorang wanita yang memakai rok mini tersebut atas nama Doan Thi Huong (28) asal Vietnam. Identitas itu pun diyakini palsu oleh polisi.

Polisi juga saat ini sedang memburu terduga pelaku pembunuhan yang bersama dengan si gadis ber-rok mini itu.

Dikutip dari Daily Mail, kepada penyidik Thi Huong mengatakan ia diminta untuk memegang sapu tangan di wajah korban setelah terkena semprotan oleh pelaku lainnya.

Sementara, penyidik mengungkap pulpen beracun itu menyemprotkan cairan yang lebih mematikan daripada sianida.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Global - Sunday, 10 December 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
Global - Saturday, 9 December 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Global - Friday, 8 December 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...
Place your ads here...