Sabtu, 25 November 2017 | 06.56 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Keok di Pengadilan, Begini Nasib Kebijakan Anti-Imigran Muslim Trump

Keok di Pengadilan, Begini Nasib Kebijakan Anti-Imigran Muslim Trump

Reporter : M. Zaki | Jumat, 10 Februari 2017 - 10:46 WIB

IMG-4335

Donald Trump. (Ist)

San Fransisco, kini.co.id – Reaksi keras dari berbagai kalangan terkait kebijakan Presiden AS anti-imigram muslim sepertinya membuahkan hasil.

Pasalnya kebijakan itu membal setelah keok di pengadilan federal yang diputuskan pada Kamis (9/2/2017).

Setelah keputusan pengadilan ini, kebijakan Trump tersebut tidak bisa dilaksanakan di negeri Paman Sam tersebut.

Sebelumnya, Jaksa Agung negara bagian Washington dan Minnesota berpendapat bahwa perintah pembatalan sementara (temporary restraining order) tetap diberlakukan karena presiden telah “menimbulkan gejolak” ketika menandatangani perintah eksekutif yang ditentang dua jaksa tersebut.

Artinya, keputusan dari tiga hakim panel itu telah membatalkan perintah eksekutif Donald Trump yang melarang warga dari tujuh negara muslim Amerika Serikat.

“Di satu sisi, masyarakat memiliki minat yang kuat dalam keamanan nasional namun sekaligus meragukan kemampuan seorang presiden terpilih untuk memberlakukan kebijakan,” tulis para hakim seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/2/2017)

Penolakan pengadilan ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pengadilan melihat visi Trump sebagai pengambil kebijakan di AS.

Donald Trump sendiri menjadi geram akibat penolakan itu. Ia pun berjanji akan terus memperjuangkan keputusannya sebagai orang nomor satu di AS.

“Sampai jumpa di pengadilan lagi, keamanan nasional kita dipertahuhkan!” tulisnya di twitter dengan huruf kapital.

Sementara mantan calon Presiden AS, Hillary Clinton yang juga merupakan lawan Trump ikut berkicau terkait hal ini. Ia menuliskan kicauan singkat di twitternya namun sangat menohok.

“3-0″ tulisnya menggambarkan kekalah Trump.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:16 WIB

Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban

Dipastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan teror bom di Sinai, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. ...
Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:10 WIB

Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai

Sedikitnya 184 orang tewas dalam serangan bom dan tembakan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai, utara Mesir. Serangan tersebut terjadi ...
Mugabe menolak diasingkan
Politik - Jumat, 24 November 2017 - 01:56 WIB

Mugabe menolak diasingkan

Mantan orang kuat di Zimbabwe, Robert Mugabe, mendapatkan kekebalan (imunitas) dari tuntutan hukum dan jaminan keselamatan sebagai bagian dari kesepakatan ...
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...