Kamis, 22 Februari 2018 | 08.15 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Keok di Pengadilan, Begini Nasib Kebijakan Anti-Imigran Muslim Trump

Keok di Pengadilan, Begini Nasib Kebijakan Anti-Imigran Muslim Trump

Reporter : M. Zaki | Jumat, 10 Februari 2017 - 10:46 WIB

IMG-4335

Donald Trump. (Ist)

San Fransisco, kini.co.id – Reaksi keras dari berbagai kalangan terkait kebijakan Presiden AS anti-imigram muslim sepertinya membuahkan hasil.

Pasalnya kebijakan itu membal setelah keok di pengadilan federal yang diputuskan pada Kamis (9/2/2017).

Setelah keputusan pengadilan ini, kebijakan Trump tersebut tidak bisa dilaksanakan di negeri Paman Sam tersebut.

Sebelumnya, Jaksa Agung negara bagian Washington dan Minnesota berpendapat bahwa perintah pembatalan sementara (temporary restraining order) tetap diberlakukan karena presiden telah “menimbulkan gejolak” ketika menandatangani perintah eksekutif yang ditentang dua jaksa tersebut.

Artinya, keputusan dari tiga hakim panel itu telah membatalkan perintah eksekutif Donald Trump yang melarang warga dari tujuh negara muslim Amerika Serikat.

“Di satu sisi, masyarakat memiliki minat yang kuat dalam keamanan nasional namun sekaligus meragukan kemampuan seorang presiden terpilih untuk memberlakukan kebijakan,” tulis para hakim seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/2/2017)

Penolakan pengadilan ini tentu menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pengadilan melihat visi Trump sebagai pengambil kebijakan di AS.

Donald Trump sendiri menjadi geram akibat penolakan itu. Ia pun berjanji akan terus memperjuangkan keputusannya sebagai orang nomor satu di AS.

“Sampai jumpa di pengadilan lagi, keamanan nasional kita dipertahuhkan!” tulisnya di twitter dengan huruf kapital.

Sementara mantan calon Presiden AS, Hillary Clinton yang juga merupakan lawan Trump ikut berkicau terkait hal ini. Ia menuliskan kicauan singkat di twitternya namun sangat menohok.

“3-0″ tulisnya menggambarkan kekalah Trump.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...