Kamis, 17 Januari 2019 | 01.57 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Curiga Terhadap Penumpang, Pramugari Selamatkan Gadis Korban Perdagangan Manusia

Curiga Terhadap Penumpang, Pramugari Selamatkan Gadis Korban Perdagangan Manusia

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 7 Februari 2017 - 11:45 WIB

IMG-4323

Sheila Frederick (49). (Telegraph)

San Francisco, kini.co.id – Human trafficking atau perdagangan manusia sepertinya menjadi isu memprihatinkan bagi banyak orang di seluruh dunia. Hal tersebut lantas membuat banyak orang berusaha untuk membongkar atau menolong orang-orang yang menjadi korban dari perdagangan manusia itu.

Salah satunya adalah seorang pramugari bernama Sheila Frederick (49) yang bekerja untuk Alaska Airlines. Dirinya menuai pujian setelah berhasil menyelamatkan remaja perempuan dari tindak kejahatan perdagangan manusia.

Saat itu Frederick sedang bertugas dalam penerbangan dari Seattle ke San Francisco, Amerika Serikat. Ia curiga kepada dua orang penumpang yang mana salah satnya adalah seorang gadis berusia sekitar 14 tahun berpenampilan lusuh bersama seorang pria tua yang berpakaian rapi.

“Gadis itu memiliki rambut pirang berminyak. Ia tampak seperti seseorang yang baru saja melewati neraka,” ujar Frederick, dikutip dari Telegraph, Selasa (7/2/2017).

Ia pun mengajak keduanya untuk berbicara. Saat ditanyai, gadis remaja itu tetap diam, sedangkan si pria tua nampak tidak nyaman dengan pertanyaan Fedrick dan memasang sikap waspada.

Tak habis akal, Frederick lalu membisikkan sesuatu kepada gadis itu yang menyuruhnya untuk pergi ke toilet. Di toilet gadis tersebut kemudian meninggalkan catatan untuk Frederick yang isinya meminta bantuan untuk diselamatkan.

Frederick lantas memberi tahu pilot pesawat tentang hal tersebut yang kemudian diteruskan ke polisi.

Pihak berwenang lalu datang dan menunggu kedatangan pesawat di Bandara San Fransisco. Pasca-mendarat, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan fakta bahwa gadis itu benar merupakan korban perdagangan manusia.

“Aku telah menjadi pramugari selama sepuluh tahun dan ini membuatku merasa seperti sedang berada dalam masa pelatihan dulu. Aku memberikan nomer telefonku padanya dan ia sepertinya sudah hafal jadi mungkin ia akan segera menghubungiku,” ungkap Frederick.

Sementara itu, sepanjang 2016 pihak Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat dilaporkan telah menangkap sekira 2.000 pelaku perdagangan manusia dan berhasil membebaskan sebanyak 400 korban.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...