Selasa, 16 Oktober 2018 | 19.45 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Curiga Terhadap Penumpang, Pramugari Selamatkan Gadis Korban Perdagangan Manusia

Curiga Terhadap Penumpang, Pramugari Selamatkan Gadis Korban Perdagangan Manusia

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 7 Februari 2017 - 11:45 WIB

IMG-4323

Sheila Frederick (49). (Telegraph)

San Francisco, kini.co.id – Human trafficking atau perdagangan manusia sepertinya menjadi isu memprihatinkan bagi banyak orang di seluruh dunia. Hal tersebut lantas membuat banyak orang berusaha untuk membongkar atau menolong orang-orang yang menjadi korban dari perdagangan manusia itu.

Salah satunya adalah seorang pramugari bernama Sheila Frederick (49) yang bekerja untuk Alaska Airlines. Dirinya menuai pujian setelah berhasil menyelamatkan remaja perempuan dari tindak kejahatan perdagangan manusia.

Saat itu Frederick sedang bertugas dalam penerbangan dari Seattle ke San Francisco, Amerika Serikat. Ia curiga kepada dua orang penumpang yang mana salah satnya adalah seorang gadis berusia sekitar 14 tahun berpenampilan lusuh bersama seorang pria tua yang berpakaian rapi.

“Gadis itu memiliki rambut pirang berminyak. Ia tampak seperti seseorang yang baru saja melewati neraka,” ujar Frederick, dikutip dari Telegraph, Selasa (7/2/2017).

Ia pun mengajak keduanya untuk berbicara. Saat ditanyai, gadis remaja itu tetap diam, sedangkan si pria tua nampak tidak nyaman dengan pertanyaan Fedrick dan memasang sikap waspada.

Tak habis akal, Frederick lalu membisikkan sesuatu kepada gadis itu yang menyuruhnya untuk pergi ke toilet. Di toilet gadis tersebut kemudian meninggalkan catatan untuk Frederick yang isinya meminta bantuan untuk diselamatkan.

Frederick lantas memberi tahu pilot pesawat tentang hal tersebut yang kemudian diteruskan ke polisi.

Pihak berwenang lalu datang dan menunggu kedatangan pesawat di Bandara San Fransisco. Pasca-mendarat, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan fakta bahwa gadis itu benar merupakan korban perdagangan manusia.

“Aku telah menjadi pramugari selama sepuluh tahun dan ini membuatku merasa seperti sedang berada dalam masa pelatihan dulu. Aku memberikan nomer telefonku padanya dan ia sepertinya sudah hafal jadi mungkin ia akan segera menghubungiku,” ungkap Frederick.

Sementara itu, sepanjang 2016 pihak Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat dilaporkan telah menangkap sekira 2.000 pelaku perdagangan manusia dan berhasil membebaskan sebanyak 400 korban.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Selasa, 16 Oktober 2018 - 11:22 WIB

Bukan Jadi Duta, Selebriti Cina Ini Ditahan Karena Dianggap Hina Lagu Kebangsaan

Seorang selebriti online di Cina ditahan gegara dianggap menghina lagu kebangsaan. Wanita cantik bernama Yang Kaili itu ditahan selama 5 ...
Peristiwa - Senin, 15 Oktober 2018 - 18:00 WIB

Seorang wanita tewas jatuh dari lantai 27 saat selfie

SANDRA Manuela, perempuan asal Panama, tewas terjatuh dari lantai 27 sebuah apartemen di Panama. Dia tewa ketika hendak berswafoto (selfie). ...
- Senin, 15 Oktober 2018 - 16:01 WIB

Kerajaan Inggris Umumkan Kehamilan Meghan Markle

Keluarga kerajaan Inggris tengah diselimuti perasaan bahagia. Pasalnya Meghan Markle, Istri dari Pangeran Harry sedang mengandung buah hati pertamanya.Kabar bahagia ...
Global - Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:10 WIB

Hadiri Pernikahan Putri Eugenie, Sepatu Bolong Pangeran Harry jadi Sorotan

Pernikahan kerajaan (royal wedding) di Inggris memang selalu menjadi sorotan dunia. Hari ini, pernikahan Putri Eugenie of York menikah dengan ...
Finance - Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:52 WIB

Terkaya di Cina, Berapa Harta Jack Ma?

Hurun China Rich List menempatkan CEO Alibaba Group Jack Ma sebagai orang paling kaya di Cina.Dilansir dari CRI, radio resmi ...
Finance - Rabu, 10 Oktober 2018 - 11:23 WIB

Hari ketiga Konferensi IMF-WB diwarnai pertemuan BI-FED

Rangkaian pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank 2018 di Bali telah memasuki hari ketiga. Banyak seminar dan diskusi yang ...