Kamis, 19 April 2018 | 16.47 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Curiga Terhadap Penumpang, Pramugari Selamatkan Gadis Korban Perdagangan Manusia

Curiga Terhadap Penumpang, Pramugari Selamatkan Gadis Korban Perdagangan Manusia

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 7 Februari 2017 - 11:45 WIB

IMG-4323

Sheila Frederick (49). (Telegraph)

San Francisco, kini.co.id – Human trafficking atau perdagangan manusia sepertinya menjadi isu memprihatinkan bagi banyak orang di seluruh dunia. Hal tersebut lantas membuat banyak orang berusaha untuk membongkar atau menolong orang-orang yang menjadi korban dari perdagangan manusia itu.

Salah satunya adalah seorang pramugari bernama Sheila Frederick (49) yang bekerja untuk Alaska Airlines. Dirinya menuai pujian setelah berhasil menyelamatkan remaja perempuan dari tindak kejahatan perdagangan manusia.

Saat itu Frederick sedang bertugas dalam penerbangan dari Seattle ke San Francisco, Amerika Serikat. Ia curiga kepada dua orang penumpang yang mana salah satnya adalah seorang gadis berusia sekitar 14 tahun berpenampilan lusuh bersama seorang pria tua yang berpakaian rapi.

“Gadis itu memiliki rambut pirang berminyak. Ia tampak seperti seseorang yang baru saja melewati neraka,” ujar Frederick, dikutip dari Telegraph, Selasa (7/2/2017).

Ia pun mengajak keduanya untuk berbicara. Saat ditanyai, gadis remaja itu tetap diam, sedangkan si pria tua nampak tidak nyaman dengan pertanyaan Fedrick dan memasang sikap waspada.

Tak habis akal, Frederick lalu membisikkan sesuatu kepada gadis itu yang menyuruhnya untuk pergi ke toilet. Di toilet gadis tersebut kemudian meninggalkan catatan untuk Frederick yang isinya meminta bantuan untuk diselamatkan.

Frederick lantas memberi tahu pilot pesawat tentang hal tersebut yang kemudian diteruskan ke polisi.

Pihak berwenang lalu datang dan menunggu kedatangan pesawat di Bandara San Fransisco. Pasca-mendarat, polisi langsung melakukan pemeriksaan dan menemukan fakta bahwa gadis itu benar merupakan korban perdagangan manusia.

“Aku telah menjadi pramugari selama sepuluh tahun dan ini membuatku merasa seperti sedang berada dalam masa pelatihan dulu. Aku memberikan nomer telefonku padanya dan ia sepertinya sudah hafal jadi mungkin ia akan segera menghubungiku,” ungkap Frederick.

Sementara itu, sepanjang 2016 pihak Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat dilaporkan telah menangkap sekira 2.000 pelaku perdagangan manusia dan berhasil membebaskan sebanyak 400 korban.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...