Jumat, 22 September 2017 | 13.06 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Satu Pimpinan Pemberontak Diamankan Tentara Filipina

Satu Pimpinan Pemberontak Diamankan Tentara Filipina

Reporter : Bambang Medy | Senin, 6 Februari 2017 - 21:05 WIB

IMG-4321

Rodrigo Duterte (kininews/ist)

MANILA, kini.co.id – Beberapa hari berselang usai Presiden Filipina, Rodrigo Duterte cabut gencatan senjata. Tentara Filipina amankan pemimpin pemberontak komunis, Senin (6/2).

Jumat kemarin, Duterte memerintahkan tentara rakyat baru (NPA) bertempur dengan pemberontak komunis. Adalah, Ariel Arbitratio, pemimpin pemberontak komunis.

Ariel ditangkap ketika melintas po penjagaan di Kota Davao, Filipina Selatan. Pemimpin itu adalah satu gerilyawan yang dibebaskan tahun lalu ketika pemerintah melanjutkan perundingan perdamaian.

“Dia ditangkap atas perintah Presiden Duterte untuk menangkap kembali yang dibebaskan sementara untuk mengikuti perundingan perdamaian. Dia dan seorang rekan akan kembali dimasukkan ke dalam penjara,” ucap juru bicara, Kapten Rhyan Batchar.

Diketahui, sengketa pemerintah dengan NPA, sayap militer Partai komunis Filipina, mulanya tahun 1969. Tak kurang dari 40 ribu orang ikut menjadi korban.

Duterte, saat pemilu tahun lalu menyebutkan mengakhiri pemberontakan komunis yang memperlambat perkembangan hingga bertahun-tahun di bagian tengah Filipina.

“Ayo berperang,” ujar Duterte dalam pidato, Senin dan mengklai pemberontak itu “anak manja” juga terlalu banyak menuntut dari pemerintah. Duterte pun menyebut NPA kelompok teroris.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...