Kamis, 22 Februari 2018 | 17.33 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 3 Februari 2017 - 16:47 WIB

IMG-4319

Travis Kalanick. (Ist)

San Francisco, kini.co.id – Travis Kalanick, pemimpin perusahaan Uber Technologies Inc, memilih mengundurkan diri dari kelompok penasihat bisnis Presiden Amerika terpilih, Donald Trump, karena alami banyak tekanan dari berbagai pihak

Hal ini seperti dilansir dari Reuters, Jumat (3/2/2017). Direktur utama taksi berbasis online itu mendapat banyak tekanan termasuk dari supir-supir Uber sendiri yang menentang kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.

Bahkan tagar #DeleteUber menjadi viral sejak Trump menandatangani surat perintah yang melarang imigran dari tujuh negara mayoritas muslim untuk memasuki Amerika Serikat.

Hal itu lantas berpengaruh terhadap bisnis Uber karena banyak pelanggan yang menghapus aplikasi taksi online tersebut dari ponsel mereka yang berarti pengurangan pemasukan bagi mereka.

“Bergabung dengan kelompok tersebut (tim penasihat Trump) tidak berarti (saya) mendukung presiden (Trump) ataupun agendanya tapi, sayangnya, (banyak) orang mengira seperti itu (Kalanick mendukung Trump dan agendanya, red),” ungkap Kalanick melalui surat elektronik.

Ia juga mengungkapkan kalau dirinya telah berbicara dengan Trump mengenai perintah keimigrasian tersebut dan akibat yang ditimbulkan terhadap masyarakat. Ia lantas memutuskan untuk tidak akan bergabung dengan dewan ekonomi dan mengatakannya langsung kepada Trump.

“Perintah eksekutif itu menyakitkan banyak anggota masyarakat di seluruh Amerika. Keluarga-keluarga terpisah, orang-orang tertahan di luar negeri dan ada ketakutan yang semakin dalam bahwa AS tidak lagi menjadi tempat yang ramah bagi para imigran,” tulis Kalanick dalam pesan yang dikirimkan kepada karyawannya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...