Minggu, 22 April 2018 | 05.49 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 3 Februari 2017 - 16:47 WIB

IMG-4319

Travis Kalanick. (Ist)

San Francisco, kini.co.id – Travis Kalanick, pemimpin perusahaan Uber Technologies Inc, memilih mengundurkan diri dari kelompok penasihat bisnis Presiden Amerika terpilih, Donald Trump, karena alami banyak tekanan dari berbagai pihak

Hal ini seperti dilansir dari Reuters, Jumat (3/2/2017). Direktur utama taksi berbasis online itu mendapat banyak tekanan termasuk dari supir-supir Uber sendiri yang menentang kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.

Bahkan tagar #DeleteUber menjadi viral sejak Trump menandatangani surat perintah yang melarang imigran dari tujuh negara mayoritas muslim untuk memasuki Amerika Serikat.

Hal itu lantas berpengaruh terhadap bisnis Uber karena banyak pelanggan yang menghapus aplikasi taksi online tersebut dari ponsel mereka yang berarti pengurangan pemasukan bagi mereka.

“Bergabung dengan kelompok tersebut (tim penasihat Trump) tidak berarti (saya) mendukung presiden (Trump) ataupun agendanya tapi, sayangnya, (banyak) orang mengira seperti itu (Kalanick mendukung Trump dan agendanya, red),” ungkap Kalanick melalui surat elektronik.

Ia juga mengungkapkan kalau dirinya telah berbicara dengan Trump mengenai perintah keimigrasian tersebut dan akibat yang ditimbulkan terhadap masyarakat. Ia lantas memutuskan untuk tidak akan bergabung dengan dewan ekonomi dan mengatakannya langsung kepada Trump.

“Perintah eksekutif itu menyakitkan banyak anggota masyarakat di seluruh Amerika. Keluarga-keluarga terpisah, orang-orang tertahan di luar negeri dan ada ketakutan yang semakin dalam bahwa AS tidak lagi menjadi tempat yang ramah bagi para imigran,” tulis Kalanick dalam pesan yang dikirimkan kepada karyawannya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina
Global - Minggu, 10 Desember 2017 - 13:11 WIB

Lebih dari ratusan orang luka-luka akibat protes di Palestina

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataan tertulisnya menyebutkan sekitar dua ratus lebih warga Palestina terluka dalam protes terbaru di ...
Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:25 WIB

Israel Lancarkan Serangan Udara ke Gaza, Puluhan Luka-luka

Setelah keputusan Presiden AS, Donald Trump soal Yerusalem, hububgan Palestina dan Israel semakin buruk.Sejak Jumat (8/12/2017), Israel mulai menggempur Jalur ...
DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem
Global - Sabtu, 9 Desember 2017 - 09:04 WIB

DK PBB Kritik Kecam Donald Trump Terkait Yerusalem

Keputusan sepihak Presiden AS Donald Trump yang menjadikan Yerusalem sebagai Ibukota Israel mendapat kecaman dari PBB.Pasalnya, PBB selama ini mengupayakan ...
Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 18:20 WIB

Al- Qaidah serukan pengikutnya berjihad terkait status Yerusalem

Keputusan Pesiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang berkeras menyatakan Kota Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, mendapat kecaman bukan cuma organisasi ...
Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:41 WIB

Lawan Keputusan Trump, Ini yang Dilakukan Pemerintah Indonesia

Gelombang protes terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel datang dari berbagai negara di dunia. ...
Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem
Global - Jumat, 8 Desember 2017 - 13:33 WIB

Eropa tolak pengakuan Trump soal status Yerusalem

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal status kota Yerusalem sebagai ibu kota Israel ditentang banyak pihak. Para pemimpin negara ...