Selasa, 21 November 2017 | 11.25 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 3 Februari 2017 - 16:47 WIB

IMG-4319

Travis Kalanick. (Ist)

San Francisco, kini.co.id – Travis Kalanick, pemimpin perusahaan Uber Technologies Inc, memilih mengundurkan diri dari kelompok penasihat bisnis Presiden Amerika terpilih, Donald Trump, karena alami banyak tekanan dari berbagai pihak

Hal ini seperti dilansir dari Reuters, Jumat (3/2/2017). Direktur utama taksi berbasis online itu mendapat banyak tekanan termasuk dari supir-supir Uber sendiri yang menentang kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.

Bahkan tagar #DeleteUber menjadi viral sejak Trump menandatangani surat perintah yang melarang imigran dari tujuh negara mayoritas muslim untuk memasuki Amerika Serikat.

Hal itu lantas berpengaruh terhadap bisnis Uber karena banyak pelanggan yang menghapus aplikasi taksi online tersebut dari ponsel mereka yang berarti pengurangan pemasukan bagi mereka.

“Bergabung dengan kelompok tersebut (tim penasihat Trump) tidak berarti (saya) mendukung presiden (Trump) ataupun agendanya tapi, sayangnya, (banyak) orang mengira seperti itu (Kalanick mendukung Trump dan agendanya, red),” ungkap Kalanick melalui surat elektronik.

Ia juga mengungkapkan kalau dirinya telah berbicara dengan Trump mengenai perintah keimigrasian tersebut dan akibat yang ditimbulkan terhadap masyarakat. Ia lantas memutuskan untuk tidak akan bergabung dengan dewan ekonomi dan mengatakannya langsung kepada Trump.

“Perintah eksekutif itu menyakitkan banyak anggota masyarakat di seluruh Amerika. Keluarga-keluarga terpisah, orang-orang tertahan di luar negeri dan ada ketakutan yang semakin dalam bahwa AS tidak lagi menjadi tempat yang ramah bagi para imigran,” tulis Kalanick dalam pesan yang dikirimkan kepada karyawannya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...