Jumat, 22 September 2017 | 13.17 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Alami Tekanan, Pimpinan Taksi Uber Pilih Mundur dari Posisi Penasihat Trump

Reporter : Bambang Medy | Jumat, 3 Februari 2017 - 16:47 WIB

IMG-4319

Travis Kalanick. (Ist)

San Francisco, kini.co.id – Travis Kalanick, pemimpin perusahaan Uber Technologies Inc, memilih mengundurkan diri dari kelompok penasihat bisnis Presiden Amerika terpilih, Donald Trump, karena alami banyak tekanan dari berbagai pihak

Hal ini seperti dilansir dari Reuters, Jumat (3/2/2017). Direktur utama taksi berbasis online itu mendapat banyak tekanan termasuk dari supir-supir Uber sendiri yang menentang kebijakan imigrasi pemerintahan Trump.

Bahkan tagar #DeleteUber menjadi viral sejak Trump menandatangani surat perintah yang melarang imigran dari tujuh negara mayoritas muslim untuk memasuki Amerika Serikat.

Hal itu lantas berpengaruh terhadap bisnis Uber karena banyak pelanggan yang menghapus aplikasi taksi online tersebut dari ponsel mereka yang berarti pengurangan pemasukan bagi mereka.

“Bergabung dengan kelompok tersebut (tim penasihat Trump) tidak berarti (saya) mendukung presiden (Trump) ataupun agendanya tapi, sayangnya, (banyak) orang mengira seperti itu (Kalanick mendukung Trump dan agendanya, red),” ungkap Kalanick melalui surat elektronik.

Ia juga mengungkapkan kalau dirinya telah berbicara dengan Trump mengenai perintah keimigrasian tersebut dan akibat yang ditimbulkan terhadap masyarakat. Ia lantas memutuskan untuk tidak akan bergabung dengan dewan ekonomi dan mengatakannya langsung kepada Trump.

“Perintah eksekutif itu menyakitkan banyak anggota masyarakat di seluruh Amerika. Keluarga-keluarga terpisah, orang-orang tertahan di luar negeri dan ada ketakutan yang semakin dalam bahwa AS tidak lagi menjadi tempat yang ramah bagi para imigran,” tulis Kalanick dalam pesan yang dikirimkan kepada karyawannya.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...