Kamis, 22 Februari 2018 | 17.48 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>WNI Diduga Terlibat Kelompok Teroris Ditangkap di Malaysia

WNI Diduga Terlibat Kelompok Teroris Ditangkap di Malaysia

Reporter : Ary Syahputra | Kamis, 2 Februari 2017 - 16:40 WIB

IMG-4311

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Salah seorang Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap di Malaysia karena diduga terlibat dengan kelompok teroris pada Januari 2017. Penangkapan tersebut dibenarkan oleh Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia.

Saat dimintai keterangan mendetail tentang hal tersebut,Juru bicara Kemenlu RI, Arrmantha Nasir, menegaskan bahwa kasus tersebut masih didalami.

WNI yang tidak disebutkan namanya itu merupakan satu dari tiga orang yang ditangkap saat penggerebekan yang dilakukan Kepolisian Malaysia di Pahang pada 27 dan 29 Januari 2017 lalu. Pejabat Kepolisian Malaysia menyatakan, WNI tersebut bekerja sebagai satuan pengaman di Malaysia Airlines.

“Saat ini kami sudah berkoordinasi dengan KBRI Kuala Lumpur serta otoritas keamanan di Malaysia. Kita sedang mendalami identitas yang bersangkutan apakah benar ia WNI karena ia memiliki paspor nasional dan kartu identitas nasional Malaysia,” jelas Arrmantha di Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Berdasarkan informasi terbaru dari KBRI, lajut Arrmantha, pihaknya saat ini sedang berusaha memberikan akses konsuler terhadap WNI itu. Jubir yang akrab disapa Tata ini juga mengungkapkan, proses yang lama dalam membantu WNI itu disebabkan Kemlu baru menerima informasi penangkapan tersebut pada 31 Januari 2017 kemarin.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...