Kamis, 17 Januari 2019 | 02.26 WIB
KiniNEWS>Dunia>Finance>Starbucks Korea Memimpin Dalam Memperkerjakan Penyandang Disabilitas

Starbucks Korea Memimpin Dalam Memperkerjakan Penyandang Disabilitas

Reporter : Ary Syahputra | Rabu, 1 Februari 2017 - 15:33 WIB

IMG-4309

Ilustrasi

Seoul, kini.co.id – Starbucks Korea merupakan perusahaan yang memulai kebijakan untuk memperkerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas dan terbilang berhasil sejak diluncuran program penerimaan barista untuk disabilitas pada 2007.

Mereka juga bekerjasama dengan ‘Agensi Pekerja Korea untuk Penyandang Disabilitas’ sejak 2011dan sudah memperkerjakan setidaknya 50 barista penyandang disabilitas setiap tahunnya setelah itu.

Kebanyakan para pekerja tersebut adalah penyandang tuna rungu atau yang memiliki masalah pada pendengarannya, tetapi Starbucks tidak membiarkan kekurangan tersebut memperngaruhi kinerja karyawannya.

Salah satunya dari karyawan penyandang disabilitas tersebut adalah Kim Kyung Ho yang sekarang juga menjabat sebagai pengawas di Starbucks Gimpo Janggi.

Dia bercerita bagaimana perjuangannya hingga akhirnya bisa mendapatkan jabatannya yang sekarang.

Dia mengatakan pada awalnya dia bahkan harus berlatih ribuan kali untuk sekedar mengucapkan ‘Selamat Datang di Starbuck’ agar membuat kalimat itu terdengar normal.

“Aku sangat menyukai membuat kopi, tapi apa yang lebih membuatku senang adalah berbicara dengan pelanggan. Awalnya, ada banyak kesalapahaman ketika Aku tidak bisa mengerti apa yang pelanggan ucapkan, tapi seiring waktu aku mulai membaca gerakan bibir, mata serta ekspresi mereka dan Aku akhirnya bisa berbicara dengan mereka.

Bahkan kini, pelanggan yang selalu datang kesini berbicara dengan pelan sehingga Aku dapat mengerti atau menuliskannya di kertas untukku,” cerita Kim Kyung Ho, seperti dikutip dari Allkpop, Rabu (1/2/2017).

Starbucks Korea diketahui sangat aktif dalam mempekerjakan orang-orang penyandang disabilitas. Walaupun pekerja penyandang disabilitas mereka hanya sekitar 3% dan terlihat rendah, namun itu adalah yang tertinggi dibandingkan rata-rata posisi pelayan penyandang disabilitas secara kesulurahan hanya dibawah 1%.

Starbucks Korea bahkan menyediakan pekerja mereka dengan keamanan bekerja dan menolong mereka agar dapat beradaptasi dalam lingkungan kerja. Dengan program mempekerjakan penyandang disabilitas mereka, mereka dapat membantu orang-orang yang mungkin sebaliknya melawan diskriminasi di tempat kerja lain.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Peristiwa - Jumat, 11 Januari 2019 - 13:43 WIB

Meninggalkan Dunia Entertain, Kini Meghan Markle Siap Kembali Berakting

Menjadi istri pangeran kerajaan membuat Meghan Markle berkomitmen melepaskan segala keartisannya termasuk berhenti syuting dan menghapus Instagram miliknya.Hal itu karena ...
Politik - Kamis, 10 Januari 2019 - 15:00 WIB

Tiga WN Malaysia ditangkap karena hina mantan Raja

DUA laki-laki dan seorang perempuan ditangkap otoritas Malaysia dengan dugaan menghina mantan Raja Malaysia, Sultan Muhammad V dari Kelantan, sehubungan ...
Global - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:14 WIB

Trump Tarik Pasukan, Erdogan Sebut Turki Akan Gantikan AS di Suriah

Presiden AS, Donald Trump berencana menarik pasukannya dari Suriah. Hal itu dilakukan karena AS mengklaim, ISIS telah dimusnahkan, sehingga AS ...
Peristiwa - Selasa, 8 Januari 2019 - 10:00 WIB

Nasib Gembong Pornografi Anak, Tewas Dikeroyok Napi dalam Penjara

Seorang gembong pornografi anak, Christian Maire menjadi narapidana didi Lembaga Permasyarakatan Milan di Michigan.Belum lama ini ia dikabarkan tewas dikeroyok ...
Politik - Senin, 7 Januari 2019 - 20:25 WIB

Khawatir dibunuh, perempuan Saudi mengurung diri di Thailand

SEORANG perempuan asal Arab Saudi, Rahaf Mohammed al-Qunun, ditahan di Thailand ketika berencana lari ke Australia untuk meminta suaka. Dia ...
Peristiwa - Senin, 7 Januari 2019 - 10:56 WIB

Sebelum Mundur, Raja Malaysia Nikahi Mantan Miss Moscow

Muhammad Sultan V mendadak menanggalkan jabatannya sebagai Raja Malaysia. Ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah. Sebab, sebelumnya tidak ada ...