Sabtu, 25 November 2017 | 06.51 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Ramai-Ramai Tolak Kebijakan Anti-Imigran Trump

Ramai-Ramai Tolak Kebijakan Anti-Imigran Trump

Reporter : Ary Syahputra | Senin, 30 Januari 2017 - 10:48 WIB

IMG-4285

(Reuter/Antara)

Jakarta, kini.co.id – Kebijakan anti-imigran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diprotes sejumlah negara, mereka ramai-ramai menyuarakan penolakan kebijakan yang dianggap diksriminasi tersebut.

Duta Besar Swiss untuk Teheran, Guilio Haas pada Ahad (29/1) dipanggil pihak Pemerintah Iran untuk memprotes keputusan diskriminatif yang membatasi kedatangan warga dari tujuh negara Muslim, termasuk Iran, demikian laporan Press TV.

Mohammad Kashavarz-Zadeh, Direktur Jenderal Urusan Amerika di Kementrian Luar Negeri Iran, secara resmi melayangkan surat protes resmi kepada Haas yang mewakili kepentingan di Teheran, kata Juru Bicara Kementerian Luar Iran, Bahram Qasemi.

Tak hanya Iran, Menteri Luar Prancis Jean-Marc Ayrault, mengatakan salah satu kewajiban negara adalah menerima pengungsi, sehingga ketakutan terhadap terorisme bukan alasan tepat untuk menolak menampung mereka.

“Tugas negara dalam menjaga kesetiakawanan adalah menerima pengungsi,” kata Ayrault dalam akun Twitter resminya.

“Terorisme tidak mengenal kewarganegaraan dan diskriminasi bukan langkah tepat mengatasi masalah itu,” tambahnya.

Presiden Prancis Francois Hollande , pada Sabtu berbicara langsung ke Trump lewat telepon, ia menyarankan Presiden AS itu menghormati pengungsi.

Hollande juga mengingatkan Trump bahwa kebijakan proteksionismenya memiliki dampak ekonomi dan politik.

Penolakan juga datang tak hanya sejumlah negara, sejumlah kalangan masyaraka biasa, pengusaha dan artis juga turut menyuarakan penolakan tersebut.

Pesohor Jennifer Lopez dalam akun instagramnya menganggap kebijakan Trump, adalah mimpi buruk bagi pada sejumlah imigran yang kini menetap di AS.

“Jujur aku merasa seperti berada dalam mimpi buruk sekarang !! Di sebuah negara yang didirikan oleh imigran, yang mana kini imigran menjadi sebuah kata yang dianggap buruk,” tulis Jlo di akun istagramnya.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg dalam tulisan di akun Facebooknya, mengaku prihatin atas kebijakan Trump yang dinilai akan menimbulkan gejolak.

“Amerika adalah bangsa imigran, dan kita harus bangga akan itu,” kata Zuckerberg, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pemerintahan Trump harusnya fokus meredam pergolakan yang terjadi di internasional.

“Kita harus tetap membuka pintu untuk para pengungsi dan mereka yang butuh pertolongan. Itulah jati diri kita,” tambahnya. Zuckerberg adalah satu-satunya pemimpin industri teknologi digital yang tegas menolak kebijakan Trump setelah menjabat Presiden.

Diketahui, Presiden AS Donal Trump pada Jumat (27/1) menandatangani perintah eksekutif untuk membatasi imigrasi dari negara yang ia katakan “dinodai oleh terorisme”.

Kebijakan tersebut antara lain melarang masuknya warga tujuh negara berpenduduk mayoritas umat Islam ke Amerika Serikat, berdampak juga bagi warga AS yang beragama Islam.

Benyamin Rasyad, muslim asal Indonesia yang sudah menjadi warga negara Amerika Serikat, mengaku khawatir setelah larangan kedatangan imigran warga Islam oleh Trump tersebut.

“Saya beragama Islam, keluarga saya juga beragama Islam, jadi kita agak khawatir. Khususnya di Texas kan orang-orang ini tidak tahu apa Islam itu. Ada yang sama sekali tidak tahu apa-apa tapi sudah kena influence (pengaruh),” dikutip dari Antara.

Benyamin bersama keluarganya saat ini menetap di Houston, negara bagian Texas yang didominasi pendukung Partai Republik, partai yang mengantarkan dari Donald Trump duduk sebagai Presiden AS.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:16 WIB

Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban

Dipastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan teror bom di Sinai, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. ...
Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:10 WIB

Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai

Sedikitnya 184 orang tewas dalam serangan bom dan tembakan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai, utara Mesir. Serangan tersebut terjadi ...
Mugabe menolak diasingkan
Politik - Jumat, 24 November 2017 - 01:56 WIB

Mugabe menolak diasingkan

Mantan orang kuat di Zimbabwe, Robert Mugabe, mendapatkan kekebalan (imunitas) dari tuntutan hukum dan jaminan keselamatan sebagai bagian dari kesepakatan ...
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...