Kamis, 22 Februari 2018 | 08.13 WIB
KiniNEWS>Dunia>Global>Ramai-Ramai Tolak Kebijakan Anti-Imigran Trump

Ramai-Ramai Tolak Kebijakan Anti-Imigran Trump

Reporter : Ary Syahputra | Senin, 30 Januari 2017 - 10:48 WIB

IMG-4285

(Reuter/Antara)

Jakarta, kini.co.id – Kebijakan anti-imigran Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diprotes sejumlah negara, mereka ramai-ramai menyuarakan penolakan kebijakan yang dianggap diksriminasi tersebut.

Duta Besar Swiss untuk Teheran, Guilio Haas pada Ahad (29/1) dipanggil pihak Pemerintah Iran untuk memprotes keputusan diskriminatif yang membatasi kedatangan warga dari tujuh negara Muslim, termasuk Iran, demikian laporan Press TV.

Mohammad Kashavarz-Zadeh, Direktur Jenderal Urusan Amerika di Kementrian Luar Negeri Iran, secara resmi melayangkan surat protes resmi kepada Haas yang mewakili kepentingan di Teheran, kata Juru Bicara Kementerian Luar Iran, Bahram Qasemi.

Tak hanya Iran, Menteri Luar Prancis Jean-Marc Ayrault, mengatakan salah satu kewajiban negara adalah menerima pengungsi, sehingga ketakutan terhadap terorisme bukan alasan tepat untuk menolak menampung mereka.

“Tugas negara dalam menjaga kesetiakawanan adalah menerima pengungsi,” kata Ayrault dalam akun Twitter resminya.

“Terorisme tidak mengenal kewarganegaraan dan diskriminasi bukan langkah tepat mengatasi masalah itu,” tambahnya.

Presiden Prancis Francois Hollande , pada Sabtu berbicara langsung ke Trump lewat telepon, ia menyarankan Presiden AS itu menghormati pengungsi.

Hollande juga mengingatkan Trump bahwa kebijakan proteksionismenya memiliki dampak ekonomi dan politik.

Penolakan juga datang tak hanya sejumlah negara, sejumlah kalangan masyaraka biasa, pengusaha dan artis juga turut menyuarakan penolakan tersebut.

Pesohor Jennifer Lopez dalam akun instagramnya menganggap kebijakan Trump, adalah mimpi buruk bagi pada sejumlah imigran yang kini menetap di AS.

“Jujur aku merasa seperti berada dalam mimpi buruk sekarang !! Di sebuah negara yang didirikan oleh imigran, yang mana kini imigran menjadi sebuah kata yang dianggap buruk,” tulis Jlo di akun istagramnya.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg dalam tulisan di akun Facebooknya, mengaku prihatin atas kebijakan Trump yang dinilai akan menimbulkan gejolak.

“Amerika adalah bangsa imigran, dan kita harus bangga akan itu,” kata Zuckerberg, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pemerintahan Trump harusnya fokus meredam pergolakan yang terjadi di internasional.

“Kita harus tetap membuka pintu untuk para pengungsi dan mereka yang butuh pertolongan. Itulah jati diri kita,” tambahnya. Zuckerberg adalah satu-satunya pemimpin industri teknologi digital yang tegas menolak kebijakan Trump setelah menjabat Presiden.

Diketahui, Presiden AS Donal Trump pada Jumat (27/1) menandatangani perintah eksekutif untuk membatasi imigrasi dari negara yang ia katakan “dinodai oleh terorisme”.

Kebijakan tersebut antara lain melarang masuknya warga tujuh negara berpenduduk mayoritas umat Islam ke Amerika Serikat, berdampak juga bagi warga AS yang beragama Islam.

Benyamin Rasyad, muslim asal Indonesia yang sudah menjadi warga negara Amerika Serikat, mengaku khawatir setelah larangan kedatangan imigran warga Islam oleh Trump tersebut.

“Saya beragama Islam, keluarga saya juga beragama Islam, jadi kita agak khawatir. Khususnya di Texas kan orang-orang ini tidak tahu apa Islam itu. Ada yang sama sekali tidak tahu apa-apa tapi sudah kena influence (pengaruh),” dikutip dari Antara.

Benyamin bersama keluarganya saat ini menetap di Houston, negara bagian Texas yang didominasi pendukung Partai Republik, partai yang mengantarkan dari Donald Trump duduk sebagai Presiden AS.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...