Jumat, 22 September 2017 | 13.18 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Trump Larang Imigran Masuk AS, Ini Reaksi Bos Facebook dan Apple

Trump Larang Imigran Masuk AS, Ini Reaksi Bos Facebook dan Apple

Reporter : M. Zaki | Senin, 30 Januari 2017 - 08:00 WIB

IMG-4282

CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Ist)

Washington, kini.co.id – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang melarang para imigran dari 7 negara Muslim mendapat kritikan dari bos Facebook dan Apple.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg bahkan mengingatkan kembali sejarah berdirinya Amerika pada tahun 1600-an.

Dikutip dari NPR, Senin (30/1/2017), ia mengatakan, Amerika merupakan negara imigran dimana seluruh penduduk merupakan pendatang di daerah yang dulu disebut “The New World” itu.

“AS adalah bangsa para imigran, dan kita harus bangga karenanya,” kata Mark Zuckerberg dalam laman Facebooknya.

Menurutnya, pemerintah AS memang harus menjaga agar negara dan rakyatnya aman.

“Namun, sebaiknya kita melakukannya terhadap mereka yang nyata menghadirkan ancaman,” kata Zuckerber.

Sementara CEO Apple, Tim Cook juga tidak mendukung kebijakan itu. Ia mengatakan Apple tidak akan pernah ada tanpa imigran.

Sebab para pegawai dan staffnya kebanyakan imigran dari berbagai negara.

“Apple tak akan pernah ada tanpa imigrasi, apalagi untuk berkembang dan berinovasi dengan cara yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump melarang warga dari 7 negara muslim memasuki wilayahnya dengan alasan keamanan dari terorisme.

Selain itu, kebijakan ini memang janji Trump ketika berkampanye dalam Pilpres AS.

Adapun tujuh negara itu yakni Iran, Irak, Suriah, Sudah, Somalia, dan Yaman,

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...