Kamis, 22 Februari 2018 | 08.14 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Trump Larang Imigran Masuk AS, Ini Reaksi Bos Facebook dan Apple

Trump Larang Imigran Masuk AS, Ini Reaksi Bos Facebook dan Apple

Reporter : M. Zaki | Senin, 30 Januari 2017 - 08:00 WIB

IMG-4282

CEO Facebook, Mark Zuckerberg. (Ist)

Washington, kini.co.id – Kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump yang melarang para imigran dari 7 negara Muslim mendapat kritikan dari bos Facebook dan Apple.

CEO Facebook, Mark Zuckerberg bahkan mengingatkan kembali sejarah berdirinya Amerika pada tahun 1600-an.

Dikutip dari NPR, Senin (30/1/2017), ia mengatakan, Amerika merupakan negara imigran dimana seluruh penduduk merupakan pendatang di daerah yang dulu disebut “The New World” itu.

“AS adalah bangsa para imigran, dan kita harus bangga karenanya,” kata Mark Zuckerberg dalam laman Facebooknya.

Menurutnya, pemerintah AS memang harus menjaga agar negara dan rakyatnya aman.

“Namun, sebaiknya kita melakukannya terhadap mereka yang nyata menghadirkan ancaman,” kata Zuckerber.

Sementara CEO Apple, Tim Cook juga tidak mendukung kebijakan itu. Ia mengatakan Apple tidak akan pernah ada tanpa imigran.

Sebab para pegawai dan staffnya kebanyakan imigran dari berbagai negara.

“Apple tak akan pernah ada tanpa imigrasi, apalagi untuk berkembang dan berinovasi dengan cara yang akan kita lakukan,” ungkapnya.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump melarang warga dari 7 negara muslim memasuki wilayahnya dengan alasan keamanan dari terorisme.

Selain itu, kebijakan ini memang janji Trump ketika berkampanye dalam Pilpres AS.

Adapun tujuh negara itu yakni Iran, Irak, Suriah, Sudah, Somalia, dan Yaman,

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...