Kamis, 22 Februari 2018 | 08.14 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ada Logo ISIS di HP, Warga Padang Dideportasi dari Malaysia

Ada Logo ISIS di HP, Warga Padang Dideportasi dari Malaysia

Reporter : Ade Pane | Rabu, 11 Januari 2017 - 16:02 WIB

IMG-4235

ISIS (Ilustrasi)

Batam, kini.co.id – Gara-gara menyimpan logi ISIS di handphone, 8 Warga Negara Indonesia (WNI) dideportasi dari Malaysia. Delapan WNI itu merupakan santri Pondok Pesantren Darul Hadits, Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

“Tanggal 10 Januari terdapat delapan WNI yang dideportasi oleh Otoritas Malaysia melalui Batam,” ujar Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Muhammad Iqbal, Rabu (11/1/2016).

Deportasi itu dilakukan setelah mereka terbukti menyimpan foto lambang ISIS di HP mereka setelah diperiksa melalui proses verifikasi di negeri jiran tersebut.

Ia menyebutkan Mereka ke Malaysia pada 3 Januari lalu dan sempat bermalam di Kuala Lumpur selama tiga hari.

“Mereka tinggal di sana salah satunya untuk mengobati salah satu anggota mereka. Mereka juga sempat menginap satu malam di Pelis lalu tanggal 7 Januari, berangkat ke Pattani untuk belajar sistem pendidikan di sebuah lembaga pendidikan agama Islam di sana,” tutur Iqbal.

Delapan santri ini berangkat ke Singapura melalui Johor pada 9 Januari 2017 lalu. Rencananya akan menginap sehari di negeri itu. Namun, setibanya di sana, mereka dicegat pihak imigrasi.

“Pihal imigrasi mengenakan status Not To Land (NTL) kepada mereka. Alasan utamanya adalah karena ditemukan gambar di HP mereka yang terkait dgn ISIS,” papar Iqbal.

Atas temuan itu, mereka langsung dideportasi dari Singapura ke Malaysia. Di Malaysia, delapan WNI itu ditangani E8 IPK Kepolisian Malaysia (Unit Anti Teror). Tanggal 10 Januari dilakukan pendalaman terhadap mereka dan diambil beberapa kesimpulan.

Namun mereka dibebaskan namun harus tetap meninggalkan Malaysia. Mereka selanjutnya dipulangkan melalui Batam dan diserahkan kepada Polda Kepri untuk penanganan serta pendalaman lebih lanjut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...