Selasa, 21 November 2017 | 11.25 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Video Polisi Siksa Warga Rohingnya Menyebar, Ini Reaksi Pemerintah Myanmar

Video Polisi Siksa Warga Rohingnya Menyebar, Ini Reaksi Pemerintah Myanmar

Reporter : Ary Syahputra | Senin, 2 Januari 2017 - 20:51 WIB

IMG-4223

Warga Rohingya. (Ist)

Rakhine, kini.co.id – Sebuah video yang menunjukkan penyiksaan terhadap warga Rohingnya yang diduga dilakukan polisi Myanmar tersebar luas di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat warga Rohingya dikumpulkan, ditendang dan dipukuli.

Pemerintah Myanmar membenarkan video tersebut. Menurut mereka video itu diambil oleh polisi saat operasi pembersihan Rakhine beberapa waktu lalu.

Dikuti dari Reuters , saat ini pemerintah Myanmar sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengungkap oknum polisi yang memukuli warga tersebut.

Sejauh ini empat polisi telah diidentifikasi termasuk di antaranya pemimpin operasi pembersihan.

“Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengungkap petugas polisi lain yang memukul warga,” sebut pernyataan tersebut.

Sementara itu, seorang polisi senior di Naypyitaw mengatakan, telah menahan empat polisi atas tuduhan terlibat dalam pemukulan. Namun ia menolak memberikan informasi rinci.

Keputusan untuk memberlakukan operasi militer di Rakhine disebut-sebut telah memicu eksodus sekitar 34.000 warga Rohingya ke Bangladesh. Data tersebut menurut badan pengungsi PBB.

Kelompok pemantau HAM dan masyarakat internasional menuduh militer Myanmar telah melanggar HAM selama menjalankan operasi militer termasuk melakukan tindak pemerkosaan dan pembunuhan. Namun tudingan ini dibantah pemerintahan Suu Kyi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...