Kamis, 22 Februari 2018 | 17.47 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Video Polisi Siksa Warga Rohingnya Menyebar, Ini Reaksi Pemerintah Myanmar

Video Polisi Siksa Warga Rohingnya Menyebar, Ini Reaksi Pemerintah Myanmar

Reporter : Ary Syahputra | Senin, 2 Januari 2017 - 20:51 WIB

IMG-4223

Warga Rohingya. (Ist)

Rakhine, kini.co.id – Sebuah video yang menunjukkan penyiksaan terhadap warga Rohingnya yang diduga dilakukan polisi Myanmar tersebar luas di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat warga Rohingya dikumpulkan, ditendang dan dipukuli.

Pemerintah Myanmar membenarkan video tersebut. Menurut mereka video itu diambil oleh polisi saat operasi pembersihan Rakhine beberapa waktu lalu.

Dikuti dari Reuters , saat ini pemerintah Myanmar sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut mengungkap oknum polisi yang memukuli warga tersebut.

Sejauh ini empat polisi telah diidentifikasi termasuk di antaranya pemimpin operasi pembersihan.

“Penyelidikan lebih lanjut tengah dilakukan untuk mengungkap petugas polisi lain yang memukul warga,” sebut pernyataan tersebut.

Sementara itu, seorang polisi senior di Naypyitaw mengatakan, telah menahan empat polisi atas tuduhan terlibat dalam pemukulan. Namun ia menolak memberikan informasi rinci.

Keputusan untuk memberlakukan operasi militer di Rakhine disebut-sebut telah memicu eksodus sekitar 34.000 warga Rohingya ke Bangladesh. Data tersebut menurut badan pengungsi PBB.

Kelompok pemantau HAM dan masyarakat internasional menuduh militer Myanmar telah melanggar HAM selama menjalankan operasi militer termasuk melakukan tindak pemerkosaan dan pembunuhan. Namun tudingan ini dibantah pemerintahan Suu Kyi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...