Kamis, 22 Februari 2018 | 17.35 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Diplomat Korea Tertangkap Kamera Lakukan Kekerasan Seks Pada Gadis di Bawah Umur

Diplomat Korea Tertangkap Kamera Lakukan Kekerasan Seks Pada Gadis di Bawah Umur

Reporter : Ary Syahputra | Rabu, 21 Desember 2016 - 15:36 WIB

IMG-4175

Diplomat korea tertangkap kamera melakukan kekerasan seks kepada gadis dibawah umur (Koreaboo)

kini.co.id – Tersebarnya video dari salah seorang diplomat korea yang menganggu gadis remaja membuat dirinya dibicarakan banyak orang.

Video tersebut merupakan video cuplikan dari salah satu program televisi Cili, En Su Propia Trampa, yang di-upload pada 15 Desember lalu. En Su Propia Trampa sendiri berarti ‘jatuh ke dalam perangkap.’

Cuplikan tersebut menampilkan seorang diplomat Korea yang merangkul leher seorang remaja dan mencoba menciumnya secara paksa, lalu menariknya masuk kerumahnya.

Kejadian tersebut terjadi saat diplomat tersebut sedang mengajari remaja yang diketahui masih berusia 14 tahun tersebut bahasa Korea di rumahnya.

Dikutip dari Koreaboo, Rabu (21/12/2016), saat ini masyarakat lokal khawatir kejadian tersebut akan memberikan pengaruh yang negatif terhadap budaya Korea (Korean Wave) yang menyebar di Amerika Latin.

Di Amerika Pusat dan Selatan, pengaruh K-Pop dan drama Korea sangat kuat di mana penggemar dari mereka adalah anak remaja.

Masyarakat Cili mulai merespon dan bertambah khawatir jika mereka juga akan terkena pengaruh negatif saat tinggal dengan orang-orang Korea.

Pihak berwajib kini sedang melakukan penyelidikan terhadap diplomat yang dicurigai tersebut. Mereka akan mulai dengan pendisiplinan dan membawa ke ranah hukum jika dugaan tersebut terbukti.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...