Sabtu, 25 November 2017 | 06.54 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Ibu Pergi ke Pesta, Balita Tewas Digerogoti Tikus

Ibu Pergi ke Pesta, Balita Tewas Digerogoti Tikus

Reporter : Riki AB. | Rabu, 21 Desember 2016 - 14:24 WIB

IMG-4172

Ilustrasi

Johannesburg, kini.co.id – Peristiwa mengerikan terjadi terhadap balita malang yang ditinggal ibunya pergi ke pesta. Akibat berada seorang diri di rumah, balita itu tewas mengenaskan setelah dimakan tikus raksasa.

Balita malang yang tinggal di kawasan Katlehong di Johannesburg, Afrika Selatan itu ditemukan dalam keadaan berlumur darah dan sebagian bagian tubuhnya menghilang.

“Bayi itu meninggal secara menderita. Lidah, mata, dan jari-jarinya telah disantap. Selain itu tubuhnya penuh dengan luka gigitan tikus,” kata seorang tetangga dikutip dari The Sun.

Sang ibu memang dikenal gemar pesta dan sering meninggalkan anaknya untuk pergi minum-minum. Oleh karena itu sang ibu nyaris dimassa warga akibat perbuatannya itu. Untungnya, polisi segera datang sehingga ia selamat dari amukan massa.

Dikutip dari news.com.au, tetangga mereka yang bernama Noluthando mengaku mendengar jeritan ibu muda itu saat subuh ketika melihat bayinya meninggal. Saat itu ia pulang pesta bersama kekasih barunya dan menemukan bayinya sudah meninggal.

“Mereka menemukan bayi itu sudah meninggal. Mereka mengaku bahwa bayi itu terbakar.”

Pemilik tempat tinggal, Mama Sesi Mtshali, mengatakan bahwa wanita itu keluar dari gubuk pada jam 6.30 pagi waktu setempat setelah menemukan bayinya.

Kata Mtshali, “Ada banyak tikus di daerah ini. Ia meninggalkan anak-anak tanpa pengawasan sepanjang malam dan mereka menangis hingga tertidur. Ia seharusnya tidak meninggalkan bayi-bayi sendirian.”

Tikus raksasa sendiri banyak berkeliaran di Afrika Selatan. Kejadian ini juga bukan kali pertama terjadi di daerah tersebut. Pada 2011, seorang balita juga sempat menjadi korban tikus tersebut.

Bukan berukuran seperti tikus biasa, tikus raksasa ini justru punya tubuh sebesar kucing. Berikut ini gambar seekor tikus raksasa yang tertangkap di Gambia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:16 WIB

Serangan di Sinai, Dubes: Tak ada WNI yang jadi korban

Dipastikan tak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan teror bom di Sinai, Mesir, Jumat (24/11) waktu setempat. ...
Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai
Peristiwa - Sabtu, 25 November 2017 - 02:10 WIB

Serangan saat Shalat Jumat, 184 oang Tewas di Sinai

Sedikitnya 184 orang tewas dalam serangan bom dan tembakan di sebuah masjid di Semenanjung Sinai, utara Mesir. Serangan tersebut terjadi ...
Mugabe menolak diasingkan
Politik - Jumat, 24 November 2017 - 01:56 WIB

Mugabe menolak diasingkan

Mantan orang kuat di Zimbabwe, Robert Mugabe, mendapatkan kekebalan (imunitas) dari tuntutan hukum dan jaminan keselamatan sebagai bagian dari kesepakatan ...
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...