Selasa, 21 November 2017 | 11.27 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Pelaku Penembak Dubes Rusia itu Ternyata Mantan Polisi Turki

Pelaku Penembak Dubes Rusia itu Ternyata Mantan Polisi Turki

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 20 Desember 2016 - 22:24 WIB

IMG-4166

Mevlut Mert Altintas, pelaku penembakan Duta Besar untuk Turki, Andrey Karlov (Kininews/Tass)

Ankara, kini.co.id – Mevlut Mert Altintas, pelaku penembakan Duta Besar untuk Turki, Andrey Karlov diketahui pernah berdinas di kepolisian Turki yang dipecat lantaran peristiwa kudeta gagal pada pada 15 Juli 2016 lalu.

Pria yang masih berusia 22 tahun itu, menembak Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov yang sedang menyampaikan sambutan pembukaan pameran di sebuah galeri di Ankara, Senin (19/12).

Altintas menembakan 8 peluru dari pistolnya ke tubuh Karlov yang sedang berada di podium.

Pelaku sempat meneriakkan, “Rusia akan menghadapi aksi balas dendam untuk Suriah,” demikian dikutip dari Tass, Selasa (20/12).

Seperti dikabarkan situs media lokal, Yeni Safak, pelaku pernah bergabung dalam pasukan anti huru-hara di Ankara. Altintas diduga terkait dengan organisasi FETO yang dikaitkan dengan Fethullah Gulen.

Pelaku yang kemudian tewas di tangan aparat di lokasi kejadian itu diduga masuk ke galeri dengan menyamar sebagai polisi dan menggunakan identitas palsu.

Identitas pelaku diperkuat pernyataan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu yang mengatakan, pria itu pernah bekerja dalam kesatuan polisi anti huru-hara selama 2,5 tahun.

Saat ini aparat Turki dilaporkan menahan ibu, saudari, dan teman sekamar Altintas untuk menjalani pemeriksaan secara intensif.

Aksi Altintas yang menjadi pembicaraan seluruh dunia itu diabadikan dalam video dan foto yang diambil dari lokasi kejadian.

Dalam video yang beredar di media sosial, pelaku penembakan terdengar meneriakkan sejumlah kalimat, di antaranya, “Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah!”

Pelaku juga sempat memerintahkan orang-orang yang ada di galeri untuk mundur, sembari mengacungkan senjata pistol semi automaticnya.

“Hanya kematian yang bisa membuatku pergi dari sini. Semua orang yang ambil bagian dalam penindasan suatu saat akan membayar perbuatannya,” teriaknya.

Insiden penembakan tersebut terjadi sehari sebelum para diplomat dari Turki, Iran, dan Rusia dijadwalkan bertemu di Moskow untuk mendiskusikan situasi di Aleppo.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...