Jumat, 22 September 2017 | 13.17 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Pelaku Penembak Dubes Rusia itu Ternyata Mantan Polisi Turki

Pelaku Penembak Dubes Rusia itu Ternyata Mantan Polisi Turki

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 20 Desember 2016 - 22:24 WIB

IMG-4166

Mevlut Mert Altintas, pelaku penembakan Duta Besar untuk Turki, Andrey Karlov (Kininews/Tass)

Ankara, kini.co.id – Mevlut Mert Altintas, pelaku penembakan Duta Besar untuk Turki, Andrey Karlov diketahui pernah berdinas di kepolisian Turki yang dipecat lantaran peristiwa kudeta gagal pada pada 15 Juli 2016 lalu.

Pria yang masih berusia 22 tahun itu, menembak Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov yang sedang menyampaikan sambutan pembukaan pameran di sebuah galeri di Ankara, Senin (19/12).

Altintas menembakan 8 peluru dari pistolnya ke tubuh Karlov yang sedang berada di podium.

Pelaku sempat meneriakkan, “Rusia akan menghadapi aksi balas dendam untuk Suriah,” demikian dikutip dari Tass, Selasa (20/12).

Seperti dikabarkan situs media lokal, Yeni Safak, pelaku pernah bergabung dalam pasukan anti huru-hara di Ankara. Altintas diduga terkait dengan organisasi FETO yang dikaitkan dengan Fethullah Gulen.

Pelaku yang kemudian tewas di tangan aparat di lokasi kejadian itu diduga masuk ke galeri dengan menyamar sebagai polisi dan menggunakan identitas palsu.

Identitas pelaku diperkuat pernyataan Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu yang mengatakan, pria itu pernah bekerja dalam kesatuan polisi anti huru-hara selama 2,5 tahun.

Saat ini aparat Turki dilaporkan menahan ibu, saudari, dan teman sekamar Altintas untuk menjalani pemeriksaan secara intensif.

Aksi Altintas yang menjadi pembicaraan seluruh dunia itu diabadikan dalam video dan foto yang diambil dari lokasi kejadian.

Dalam video yang beredar di media sosial, pelaku penembakan terdengar meneriakkan sejumlah kalimat, di antaranya, “Jangan lupakan Aleppo! Jangan lupakan Suriah!”

Pelaku juga sempat memerintahkan orang-orang yang ada di galeri untuk mundur, sembari mengacungkan senjata pistol semi automaticnya.

“Hanya kematian yang bisa membuatku pergi dari sini. Semua orang yang ambil bagian dalam penindasan suatu saat akan membayar perbuatannya,” teriaknya.

Insiden penembakan tersebut terjadi sehari sebelum para diplomat dari Turki, Iran, dan Rusia dijadwalkan bertemu di Moskow untuk mendiskusikan situasi di Aleppo.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...