Kamis, 22 Februari 2018 | 17.46 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia

Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia

Reporter : M. Zaki | Selasa, 20 Desember 2016 - 08:45 WIB

IMG-4157

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Ist)

Moscow, kini.co.id – Presiden Rusia, Vladimir Putin menganggap pembunuhan terhadap Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov adalah tindakan terorisme.

Menurut dia, teroris saat ini berupaya merusak hubungan baik antara Turki dan Rusia.

Bukan cuma memprovokasi hubungan Rusia-Turki, putin menyebut penembakan itu merupakan upaya untuk merusak perdamaian Suriah.

(Baca juga: Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia)

“Serta merusak proses perdamaian di Suriah yangb didukung Rusia, Turki, Iran dan negara-negara lain yang berniat menyelesaikan konflik di sana,” sebutnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari RT, Selasa (20/12/2016).

Saat ini, lanjutnya, dirinya telah menghubungi Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan untuk memastikan kedua negara itu menginvestigasi dan menguak pelaku pembunuhan tersebut.

“Satu-satunya tindakan yang akan diambil Moscow adalah meningkatkan perlawanan terhadap terorisme. Pembunuh itu akan merasakannya,” kata Putin.

Andrey Karlov disebut Putin sebagai seorang diplomat yang cemerlang yang dihormati di negara-negara tempatnya bertugas.

Ia tewas setelah sebuah tembakan ditembak dari belakang saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran di sebuah galeri seni di Ankara, Senin (19/12/2016) waktu setempat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...