Selasa, 21 November 2017 | 11.25 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia

Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia

Reporter : M. Zaki | Selasa, 20 Desember 2016 - 08:45 WIB

IMG-4157

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Ist)

Moscow, kini.co.id – Presiden Rusia, Vladimir Putin menganggap pembunuhan terhadap Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov adalah tindakan terorisme.

Menurut dia, teroris saat ini berupaya merusak hubungan baik antara Turki dan Rusia.

Bukan cuma memprovokasi hubungan Rusia-Turki, putin menyebut penembakan itu merupakan upaya untuk merusak perdamaian Suriah.

(Baca juga: Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia)

“Serta merusak proses perdamaian di Suriah yangb didukung Rusia, Turki, Iran dan negara-negara lain yang berniat menyelesaikan konflik di sana,” sebutnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari RT, Selasa (20/12/2016).

Saat ini, lanjutnya, dirinya telah menghubungi Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan untuk memastikan kedua negara itu menginvestigasi dan menguak pelaku pembunuhan tersebut.

“Satu-satunya tindakan yang akan diambil Moscow adalah meningkatkan perlawanan terhadap terorisme. Pembunuh itu akan merasakannya,” kata Putin.

Andrey Karlov disebut Putin sebagai seorang diplomat yang cemerlang yang dihormati di negara-negara tempatnya bertugas.

Ia tewas setelah sebuah tembakan ditembak dari belakang saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran di sebuah galeri seni di Ankara, Senin (19/12/2016) waktu setempat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...