Jumat, 22 September 2017 | 13.11 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia

Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia

Reporter : M. Zaki | Selasa, 20 Desember 2016 - 08:45 WIB

IMG-4157

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Ist)

Moscow, kini.co.id – Presiden Rusia, Vladimir Putin menganggap pembunuhan terhadap Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov adalah tindakan terorisme.

Menurut dia, teroris saat ini berupaya merusak hubungan baik antara Turki dan Rusia.

Bukan cuma memprovokasi hubungan Rusia-Turki, putin menyebut penembakan itu merupakan upaya untuk merusak perdamaian Suriah.

(Baca juga: Dubesnya Dibunuh, Begini Reaksi Presiden Rusia)

“Serta merusak proses perdamaian di Suriah yangb didukung Rusia, Turki, Iran dan negara-negara lain yang berniat menyelesaikan konflik di sana,” sebutnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari RT, Selasa (20/12/2016).

Saat ini, lanjutnya, dirinya telah menghubungi Presiden Turki, Recep Tayip Erdogan untuk memastikan kedua negara itu menginvestigasi dan menguak pelaku pembunuhan tersebut.

“Satu-satunya tindakan yang akan diambil Moscow adalah meningkatkan perlawanan terhadap terorisme. Pembunuh itu akan merasakannya,” kata Putin.

Andrey Karlov disebut Putin sebagai seorang diplomat yang cemerlang yang dihormati di negara-negara tempatnya bertugas.

Ia tewas setelah sebuah tembakan ditembak dari belakang saat memberikan sambutan dalam pembukaan pameran di sebuah galeri seni di Ankara, Senin (19/12/2016) waktu setempat.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...