Kamis, 22 Februari 2018 | 17.46 WIB
KiniNEWS>Dunia>Politik>Harits Ulya Sindir Jokowi, Naif Hanya Fokus ISIS Lupa Soal Allepo

Harits Ulya Sindir Jokowi, Naif Hanya Fokus ISIS Lupa Soal Allepo

Sabtu, 17 Desember 2016 - 16:02 WIB

IMG-4141

Warga sipil Allepo (Aljazzira)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat terorisme yang juga Direktur CIIA Harits Abu Ulya menyebutkan pemerintah Indonesia seharusnya berperan aktif terhadap tragedi pembantaian yang dilakukan pemerintah Bashar Ashad kepada rakyat Aleppo.

“Suriah itu tidak hanya cerita ISIS, ada rakyat jelata yang dibantai rezim Bashar Ashad, jika rezim Jokowi hanya fokus isu ISIS, itu sangat naif,” kata Harits dalam kicauan twitternya, Sabtu (17/12).

Menurut Harits, konsep dan praktek Nasionalisme dinilai mematikan kesadaran bersaudara sebagai muslim. Terlebih matinya nurani para punggawa di negeri ini.

Maka dari itu, Harits mengajak kepada semua umat Islam di Indonesia, untuk bersama-sama mengulurkan tangan semampu yang bisa dilakukan untuk Allepo, tak perlu menunggu tentara apalagi Polisi berangkat untuk menolong mereka (warga sipil Allepo,red).

“Allepo juga kita, mereka memanggil kita. Mimpi PBB dan semisalnya untuk berbuat, mimpi TNI dan Brimob, sibuk mimpi, Allepo bisa usai,” tegasnya.

Harits pun menyindir langkah Jokowi saat insiden pembakaran Masjid Talikora dimana para pendeta diundang ke Istana, sementara saat ini Aleppo berdarah-darah malah “senyum simpul” di Iran.

Sementera itu menurut pengamat politik Internasional dari UI, Beginda Pakpahan, menyebutkan solusi atas konflik di Aleppo hanya bisa diselesaikan dengan cara duduk bersama antara pihak yang bertikai di kawasan tersebut.

“Jadi yang pertama bisa kita lakukan sebatas di koridor kemanusiaan yakni mendorong kesempatan yang lebih luas kepada palang merah dunia untuk melakukan perannya,” kata Beginda.

Menurut Beginda saat ini palang merah dunia menjadi organisasi yang dianggap mampu menjembatani dan menolong warga sipil yang masih berada di Aleppo Timur yang baru saja dikuasai oleh Pemerintahan Suriah dibantu Rusia dan para sekutunya.

“Kita berharap warga sipil di Aleppo Timur bisa segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Masyarakat di Tanah Air, kata Beginda, juga dimungkinkan untuk membantu warga sipil di Aleppo dengan menyalurkan bantuan melalui palang merah dunia.

Secara umum, kata Beginda konflik yang terjadi di wilayah itu melibatkan banyak pihak termasuk di Suriah secara lebih luas sekalipun, Pemerintah Suriah memerangi kelompok-kelompok yang mereka anggap pemberontak, misalnya di beberapa tempat, rezim Bashar al Assad memerangi ISIS.

Sedangkan di beberapa tempat lain, pemberontak dan kelompok-kelompok bersenjata Kurdi memerangi ISIS.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...