Kamis, 22 Februari 2018 | 17.34 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Bocah Tewas Kelaparan Ditinggal Ibunya Berlibur

Bocah Tewas Kelaparan Ditinggal Ibunya Berlibur

Reporter : Bambang Medy | Sabtu, 17 Desember 2016 - 14:59 WIB

IMG-4139

Daniil 23 bulan (kiri) dan Anna (2) kanan (Ist)

Ukraina, kini.co.id – Kepolisian Ukraina berhasil menangkap Vladislava Podchapko (20), ibu muda yang telah tega meninggalkan kedua anaknya selama sembilan hari dan menyebabkan salah satu anaknya tewas karena kelaparan.

Podchapko diketahui pergi berlibur dengan kekasihnya selama berhari-hari tanpa membawa kedua anaknya. Ia tega meninggalkan anaknya begitu saja di rumah tanpa adanya pengawasan dari orang dewasa ataupun memberitahukan orang lain.

Ketika diinterogasi polisi, Podchapko mengatakan jika dia tidak tahu jika anak-anak akan meninggal saat ia tinggal selama berhari-hari.

“Aku tidak tahu anak-anak akan meninggal,” ucapnya kepada polisi.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga Podchapko. Ketika itu seorang tetangga mendengar suara tangisan anak-anak di rumah Podchapko. Kemudian dia segera menelepon polisi setempat untuk mengecek kebenarannya.

Saat ditemukan polisi, Daniil yang berusia 23 bulan sudah tidak bernyawa. Sedangkan sang kakak, Anna (2) ditemukan dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan langsung diberikan pertolongan sehingga masih bisa diselamatkan.

“Gadis itu sangat lemah. Dia langsung dibawa ke rumah sakit dan langsung diinfus. Dia lebih baik sekarang dan kami dapat mengatakan dia akan hidup setelah memberinya makanan padat,” kata dokter yang merawat Anna.

Atas peristiwa tersebut, Podchapko akan didakwa dengan tuduhan telah mengabaikan anak. Jika terbukti bersalah, ia akan mendapatkan hukuman hingga 8 tahun penjara.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...