Selasa, 21 November 2017 | 11.27 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Gegara Plastik Berbayar Pria ini Bunuh Pelayan Toko

Gegara Plastik Berbayar Pria ini Bunuh Pelayan Toko

Reporter : Ade Pane | Kamis, 15 Desember 2016 - 13:11 WIB

IMG-4133

Seorang pria ditangkap karena membunuh pelayan toko (Ilustrasi)

Seoul, kini.co.id – Seorang pria Korea berwarganegara Cina berusia 51 ditangkap setelah menikam dan membunuh seorang pelayan toko karena hal sepele.

Pada Rabu (14/12/2016) kemarin, Departemen Kepolisian Kyungsan mengatakan lelaki bermarga Cho tersebut ditahan karena telah membunuh seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan toko berusia 35 tahun.

Mengutip laman Allkpop (15/12/2016), berdasarkan laporan kepolisian, Cho memasuki toko sekitar pukul tiga dini hari dalam kondisi mabuk. Dia kemudian terlibat cekcok dengan pelayan yang mengharuskannya membayar plastik seharga 100 KRW atau sekitar Rp1.100 (kurs 1 KRW = Rp11) tetapi tersangka menolak untuk membayar.

Tersangka lalu pulang kerumah namun masih dalam keadaan marah. Dia pun lalu kembali ke toko tersebut dengan membawa sebuah pisau lalu menusuk korban di perut sebanyak lima kali yang menyebabkan korban meninggal di tempat.

Setelah melakukan tindakkan kriminal tersebut, Cho ditemukan duduk di depan toko tersebut oleh polisi yang telah menerima laporan dari warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau
Peristiwa - Selasa, 21 November 2017 - 08:55 WIB

Deretan kebaikan Hitler yang tidak banyak orang tau

Seumpama dibikin daftar orang yang paling dibenci sepanjang sejarah, maka sosok yang berada di peringkat pertama adalah Hitler. Ya, bagaimana ...
Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum
Global - Jumat, 17 November 2017 - 14:24 WIB

Perempuan Rohingya Diperkosa, HNW Minta Pimpinan Militer Myanmar Dihukum

Lembaga pembela HAM menuding militer Myanmar melakukan kampanye genosida etnis Rohingya.Selain melakukan kekerasan, militer Myanmar juga dituduh melakukan pemerkosaan terhadap ...
Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa
Peristiwa - Selasa, 14 November 2017 - 08:27 WIB

Gempa Irak-Iran Renggut 452 Nyawa

Gempa berkekuatan 7,3 skala richter dengan kedalaman yang melanda perbatasan Irak dan Iran, Minggu (12/11/2017) menelan ratusan korban jiwa.Sejauh ini, ...
Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa
Peristiwa - Senin, 13 November 2017 - 07:31 WIB

Gempa 7,3 SR di Perbatasan Irak Telan 61 Korban Jiwa

Perbatasan Irak-Iran diguncang gempa berkekuatan 7,3 SR.Media di Irak, Pirhossein Koulivand mengatakan bahwa setidaknya 61 orang telah terbunuh dan 300 ...
Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump
Global - Kamis, 9 November 2017 - 09:32 WIB

Hindari Perang Nuklir, Korut Sebut AS Harus Singkirkan Donald Trump

Ketidaksukaan Korea Utara terhadap kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump semakin menjadi. Bukannya gentar terhadap tekanan AS dan PBB, Korut ...
Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute
Global - Senin, 6 November 2017 - 10:35 WIB

Filipina Amankan WNI Istri Petinggi Kelompok Maute

Kepolisian Filipina menyatakan telah membekuk Minhati Madrais, istri Omarkhayam Maute salah satu petinggi ISIS di Filipina yang sempat menguasai Kota ...