Jumat, 22 September 2017 | 13.12 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Gegara Plastik Berbayar Pria ini Bunuh Pelayan Toko

Gegara Plastik Berbayar Pria ini Bunuh Pelayan Toko

Reporter : Ade Pane | Kamis, 15 Desember 2016 - 13:11 WIB

IMG-4133

Seorang pria ditangkap karena membunuh pelayan toko (Ilustrasi)

Seoul, kini.co.id – Seorang pria Korea berwarganegara Cina berusia 51 ditangkap setelah menikam dan membunuh seorang pelayan toko karena hal sepele.

Pada Rabu (14/12/2016) kemarin, Departemen Kepolisian Kyungsan mengatakan lelaki bermarga Cho tersebut ditahan karena telah membunuh seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan toko berusia 35 tahun.

Mengutip laman Allkpop (15/12/2016), berdasarkan laporan kepolisian, Cho memasuki toko sekitar pukul tiga dini hari dalam kondisi mabuk. Dia kemudian terlibat cekcok dengan pelayan yang mengharuskannya membayar plastik seharga 100 KRW atau sekitar Rp1.100 (kurs 1 KRW = Rp11) tetapi tersangka menolak untuk membayar.

Tersangka lalu pulang kerumah namun masih dalam keadaan marah. Dia pun lalu kembali ke toko tersebut dengan membawa sebuah pisau lalu menusuk korban di perut sebanyak lima kali yang menyebabkan korban meninggal di tempat.

Setelah melakukan tindakkan kriminal tersebut, Cho ditemukan duduk di depan toko tersebut oleh polisi yang telah menerima laporan dari warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...