Kamis, 22 Februari 2018 | 17.33 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Gegara Plastik Berbayar Pria ini Bunuh Pelayan Toko

Gegara Plastik Berbayar Pria ini Bunuh Pelayan Toko

Reporter : Ade Pane | Kamis, 15 Desember 2016 - 13:11 WIB

IMG-4133

Seorang pria ditangkap karena membunuh pelayan toko (Ilustrasi)

Seoul, kini.co.id – Seorang pria Korea berwarganegara Cina berusia 51 ditangkap setelah menikam dan membunuh seorang pelayan toko karena hal sepele.

Pada Rabu (14/12/2016) kemarin, Departemen Kepolisian Kyungsan mengatakan lelaki bermarga Cho tersebut ditahan karena telah membunuh seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan toko berusia 35 tahun.

Mengutip laman Allkpop (15/12/2016), berdasarkan laporan kepolisian, Cho memasuki toko sekitar pukul tiga dini hari dalam kondisi mabuk. Dia kemudian terlibat cekcok dengan pelayan yang mengharuskannya membayar plastik seharga 100 KRW atau sekitar Rp1.100 (kurs 1 KRW = Rp11) tetapi tersangka menolak untuk membayar.

Tersangka lalu pulang kerumah namun masih dalam keadaan marah. Dia pun lalu kembali ke toko tersebut dengan membawa sebuah pisau lalu menusuk korban di perut sebanyak lima kali yang menyebabkan korban meninggal di tempat.

Setelah melakukan tindakkan kriminal tersebut, Cho ditemukan duduk di depan toko tersebut oleh polisi yang telah menerima laporan dari warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut.

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...