Kamis, 22 Februari 2018 | 08.15 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Diduga TNT 12 KG Hancurkan Katedral Mesir, 25 Tewas.

Diduga TNT 12 KG Hancurkan Katedral Mesir, 25 Tewas.

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 13 Desember 2016 - 10:10 WIB

IMG-4121

Diduga Bom Seberat 12 KG Hancurkan Katedral di Mesir (Ist)

Kairo, kini.co.id – Aksi pengeboman yang dilakukan di gereja distrik Abbassiya mesir, Minggu pagi (11/12/2016) diduga menggunakan TNT seberat 12 Kg. Meski demikian, bom berdaya ledak tinggi itu masih dalam penyelidikan polisi.

Setidaknya aksi teroris itu telah meluluhlantakkan gereja kecil Santo Petrus dan Santo Paulus yang berdampingan dengan Katedral Ortodoks Koptik St Mark. Sekitar 25 orang tewas dan puluhan orang luka-luka dalam aksi tersebut.

Kantor berita Mesir, MENA, menyebutkan, diduga teroris memakai TNT seberat 12 Kg, namun pihak keamanan mesir masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jenis bom yang dipakai. Aksi teror ini telah menyebabkan kerusakan cukup parah.

Selain merusak, pengeboman ini ditujukan ke salah satu situs agama yang paling suci bagi kelompok etno-religius yang berpusat di Mesir.

Gereja Ortodoks Koptik merilis sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya menyatakan duka yang mendalam akibat aksi kekerasan dan tindakan terorisme yang menyerang jamaah. Hingga saat ini belum ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Gerakan Hasam yang bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror yang menargetkan pasukan keamanan Mesir beberapa waktu lalu juga mengutuk aksi pemboman itu.

“Nabi kita telah mengajarkan kita berjuang untuk tidak membunuh anak atau wanita atau orang tua atau penyembah di tempatnya ibadah,” ujar Gerakan Hasam, dalam pernyataan di halaman Facebook-nya.

Sementara, Presiden Abdel Fattah El Sisi mengutuk serangan itu dan menyatakan hari berkabung nasional selama 3 hari.

“Menyerang gereja apakah itu dengan merusak, pengeboman, dan membunuh orang-orang didalamnya serta menakuti orang orang beribadah sangat dilarang di Syariah Islam,” kata Pejabat tinggi Mesir Sheikh Shawky Ibrahim Abdel-Karim Allam.

Dia juga menambahkann “Terorisme hitam mencoba untuk menghasut sektarianisme dan hasutan di antara dua sayap Mesir-Muslim dan Kristen dalam upaya untuk melemahkan bangsa.”

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...
Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar
Global - Jumat, 9 Februari 2018 - 11:55 WIB

Miris, Suami Curi Ginjal Istri untuk Lunasi Utang Mahar

Nasib malang menimpa seorang perempuan di India bernama Rita. Ia harus menderita sekian lama karena tak tahu ginjalnya telah dicuri ...