Jumat, 22 September 2017 | 13.05 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Diduga TNT 12 KG Hancurkan Katedral Mesir, 25 Tewas.

Diduga TNT 12 KG Hancurkan Katedral Mesir, 25 Tewas.

Reporter : Bambang Medy | Selasa, 13 Desember 2016 - 10:10 WIB

IMG-4121

Diduga Bom Seberat 12 KG Hancurkan Katedral di Mesir (Ist)

Kairo, kini.co.id – Aksi pengeboman yang dilakukan di gereja distrik Abbassiya mesir, Minggu pagi (11/12/2016) diduga menggunakan TNT seberat 12 Kg. Meski demikian, bom berdaya ledak tinggi itu masih dalam penyelidikan polisi.

Setidaknya aksi teroris itu telah meluluhlantakkan gereja kecil Santo Petrus dan Santo Paulus yang berdampingan dengan Katedral Ortodoks Koptik St Mark. Sekitar 25 orang tewas dan puluhan orang luka-luka dalam aksi tersebut.

Kantor berita Mesir, MENA, menyebutkan, diduga teroris memakai TNT seberat 12 Kg, namun pihak keamanan mesir masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait jenis bom yang dipakai. Aksi teror ini telah menyebabkan kerusakan cukup parah.

Selain merusak, pengeboman ini ditujukan ke salah satu situs agama yang paling suci bagi kelompok etno-religius yang berpusat di Mesir.

Gereja Ortodoks Koptik merilis sebuah pernyataan di halaman Facebook-nya menyatakan duka yang mendalam akibat aksi kekerasan dan tindakan terorisme yang menyerang jamaah. Hingga saat ini belum ada kelompok militan yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Gerakan Hasam yang bertanggung jawab atas serangkaian aksi teror yang menargetkan pasukan keamanan Mesir beberapa waktu lalu juga mengutuk aksi pemboman itu.

“Nabi kita telah mengajarkan kita berjuang untuk tidak membunuh anak atau wanita atau orang tua atau penyembah di tempatnya ibadah,” ujar Gerakan Hasam, dalam pernyataan di halaman Facebook-nya.

Sementara, Presiden Abdel Fattah El Sisi mengutuk serangan itu dan menyatakan hari berkabung nasional selama 3 hari.

“Menyerang gereja apakah itu dengan merusak, pengeboman, dan membunuh orang-orang didalamnya serta menakuti orang orang beribadah sangat dilarang di Syariah Islam,” kata Pejabat tinggi Mesir Sheikh Shawky Ibrahim Abdel-Karim Allam.

Dia juga menambahkann “Terorisme hitam mencoba untuk menghasut sektarianisme dan hasutan di antara dua sayap Mesir-Muslim dan Kristen dalam upaya untuk melemahkan bangsa.”

Editor: Fetty Putri

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh
Peristiwa - Jumat, 22 September 2017 - 00:06 WIB

Tenda bantuan Indonesia untuk muslim Rohingya berdiri di Bangladesh

Sebagian pengungsi muslim Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh akhirnya bisa mengakses tenda bantuan dari pemerintah Indonesia, Kamis (21/9)."Hari ini ...
421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM
Global - Rabu, 20 September 2017 - 12:02 WIB

421 Ribu Rohingya Mengungsi, PBB Akhirnya Temukan Pelanggaran HAM

Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dinilai tidak tegas terhadap Myanmar yang telah melakukan pembantaian terhadap ribuan orang yang merupakan etnis Rohingya ...
Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya
Peristiwa - Rabu, 20 September 2017 - 11:41 WIB

Raja Arab Kirim USD 15 Juta Bantuan untuk Rohingya

Tragedi pembantaian Rohingya di oleh pemerintah Myanmar membuat dunia berduka. Demikian pula Arab Saudi yang merupakan negara dengan mayoritas muslim.Sang ...
Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi
Global - Selasa, 19 September 2017 - 14:54 WIB

Sanksi Diperberat, Korut Makin Menjadi

Dikecam, ditegur, hingga diberi sanksi ternyata samasekali tak menghentikan aksi Korea Utara (Korut) untuk tetap melakukan program nuklirnya.Dengan bangga, Korut ...
Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh
Global - Selasa, 19 September 2017 - 09:27 WIB

Bantuan Indonesia Tiba di Camp Pengungsi Rohingya Bangladesh

Meski dicibir di Tanah Air, bantuan Indonesia nyatanya telah sampai di camp pengungsi Rohingya di Distrik Cox's Bazar, Bangladesh, Senin ...
Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim
Global - Senin, 18 September 2017 - 17:31 WIB

Yahudi Pesta dan Berjoged di Masjid Nabi Ibrahim

Dulunya merupakan tempat sakral dan tempat ibadah bagi umat Islam, kini Masjid Ibrahim berubah menjadi tempat pesta para Yahudi di ...