Kamis, 22 Februari 2018 | 17.46 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Hilang Seminggu, Aktivis Cilik Suriah Ini Dikabarkan Selamat

Hilang Seminggu, Aktivis Cilik Suriah Ini Dikabarkan Selamat

Reporter : Fauzan | Selasa, 6 Desember 2016 - 13:24 WIB

IMG-4101

Bana Alabed, aktivis cilik Suriah yang sempat dikabarkan menghilang dalam serangan di Aleppo. (Ist)

Aleppo, kini.co.id – Bana Alabed (7) merupakan seorang anak yang aktif mengabarkan lewat twitter perkembangan kota tempat tinggalnya yang setiap hari menerima serangan bom. Anak perempuan ini kemudian disebut aktivis cilik karena keberaniannya mengungkap semua kebenaran yang tidak diberitakan media terkait serangan di kampung halamannya, Aleppo Suriah.

Alabed sempat dikabarkan menghilang selama seminggu setelah mencuri perhatian dunia dengan postingannya terkait pengeboman di bagian timur Aleppo. Namun media Inggris menyebutkan gadis itu selamat.

Kepada BBC London, Ibu Alabed, Fateemah mengatakan anaknya masih hidup dan dalam kondisi yang selamat.

Akun Bana Alabed sempat memposting foto mengerikan yang terjadi pada lokasi pengeboman. Dia pun menuliskan caption yang tak kalah menyeramkan dari foto yang diunggahnya.

“Kami yakin tentara akan menangkap kami sekarang. Kita akan berjumpa lagi di lain hari, selamat tinggal. -Fateemah #Aleppo,” demikian bunyi cuitan terakhir di akun Alabed yang dituliskan ibunya, Fateemah.

Kemudian akun twitter Bana Alabed tiba-tiba dihapus selama serangan semakin gencar saat tentara pemerintah berusaha merebut bagian timur Aleppo dari pemberontak. Tentara pemerintah didukung pasukan udara Rusia yang terus menggempur kota.

Pesan tertulis itu pun mengingatkan seiring semakin gencarnya serangan tentara pemerintah di kota mereka.

“Tentara masuk, ini mungkin hari terakhir kami berbicara. Tidak ada Internet. Mohon doakan kami, please, please, please,” katanya.

Ibu Alebed mengatakan putrinya itu aktif di media sosial karena ia ingin menunjukkan kepada dunia penderitaan mereka yang seolah tak pernah berakhir itu. Ia ingin dunia menghentikan serangan-serangan mengerikan itu.

Ia berhasil mencuri perhatian dunia, bahkan penulis buku Harry Potter, JK Rowling me-retweet pesannya dan mengirimkannya e-book.

Diyakini masih ada 200 ribu orang yang terjebak di bagian timur Aleppo dan ada lebih dari 300 orang yang tewas sejak serangan dimulai.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya
Peristiwa - Kamis, 22 Februari 2018 - 13:25 WIB

Gerilyawan Taliban palak kantor media untuk biayai aksinya

Diduga untuk menambah pundi-pundi dalam membiayai aksinya, gerilyawan Taliban mengenakan pajak dengan cara mengancam sejumlah kantor-kantor berita di Afghanistan apabila ...
Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina
Peristiwa - Selasa, 20 Februari 2018 - 21:04 WIB

Setelah Marawi, Daes berpotensi rebut kota lain di Filipina

Pentolan Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Murad Ebrahim mensinyalir Daes sebutan lain bagi kelompok militan Islamic State (ISIS) yang bercokol ...
900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya
Global - Selasa, 20 Februari 2018 - 09:19 WIB

900 Gerai KFC di Inggris Tutup, Ini Penyebabnya

Sebanyak 900 gerai KFC di Inggris terpaksa tutup untuk sementara.Hal itu karena mereka kekurangan bahan utama dari makanan cepat saji ...
AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 14:58 WIB

AS Siapkan Dana 3,3 Miliar Dolar untuk Militer Israel

Amerika Serikat menyiapkan dana USD3,3 miliar atau senilai Rp45 triliun untuk militer Israel.Hal itu diumumkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat ...
Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul
Global - Selasa, 13 Februari 2018 - 09:32 WIB

Usai Olimpiade, Kim Jong Un Ingin Dialog Hangat dengan Seoul

Hubungan Korea Selatan dan Korea Utara telah lama dingin. Bahkan Korut terprovokasi meluncurkan rudal percobaan karena Amerika Serikat menggelar latihan ...
Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili
Global - Senin, 12 Februari 2018 - 08:26 WIB

Siksa dan Bunuh Warga Rohingya, Pasukan Keamanan Myanmar Diadili

Anggota pasukan keamanan Myanmar terbukti telah menyiksa dan menghilangkan nyawa 10 orang warga Rohingnya di Rakhine.Mereka kini akan menghadapi tindakan ...