Selasa, 23 Juli 2019 | 03.19 WIB
KiniNEWS>Dunia>Peristiwa>Cegah Serangan, Militer AS Kembangkan Missil Anti-Nuklir

Cegah Serangan, Militer AS Kembangkan Missil Anti-Nuklir

Reporter : Bambang Medy | Senin, 5 Desember 2016 - 16:45 WIB

IMG-4073

Uji coba nuklir. (Ist)

Washington DC, kini.co.id – Militer AS Kembangkan “Multi-Object Kill Vehicle” untuk meledakan Nuklir yang mengarah ke Amerika Serikat. Sistem defensif Raytheon Standard Missile 3 ini dirancang untuk menghancurkan nuklir dari jarak pendek dan menengah. Senjata defensif ini bisa mencegat dan menghancurkan rudal musuh sebelum membahayakan Amerika Serikat atau sekutunya.

“Baik Cina dan Rusia memiliki sudah memiliki MIRV untuk rudal balistik mereka. Bahkan Pada tahun 2014Iran juga telah mengembangkan Beberapa Kendaraan Re-entry (MRVs) untuk rudal balistik mereka. Kebiasaan Perang Dingin MIRVs untuk serangan pertama,” tulis konsultan independen Debalina Ghoshal.

“Amerika Serikat menyadari membutuhkan sistem pertahanan rudal yang kuat,” katanya.

Guna meningkatkan sistem pertahanan rudal tersebut tahun lalu AS terikat kontrak dengan Raytheon, Lockheed-Martin dan Boeing untuk merancang “Multi-Object Kill Vehicle” atau MOKV. Sistem pertahanan ini bisa menghancurkan beberapa objek didalam ruang dalam satukali peluncuran.

“Sepuluh tahun yang lalu, kami MOKV. Bisa meledakan kendaraan meski berukuran sebesar pemanggang roti. Program MOKV ini adalah sistem terbaru,” ujar John Pike, direktur GlobalSecurity.org, saat dikutip Seeker.

Diharapkan konsep itu dapat direview pada Desember 2016 dan selanjutnya MOKVs akan dipasang ke sebuah rudal. Setiap MOKV dilengkapi dengan sensor, sistem kemudi dan propulsi serta peralatan komunikasi yang memungkinkan membidik target individu dan memukul dan menghancurkan objek dengan kekuatan kinetik.

“Pecahan rudal akan terbawa keluar atmosfer bumi, dan puingnya kembali ke atmosfer dalam kondisi terbakar,” lanjut Pike.

MOKV ini mampu mengetahui bom maupun umpan walau seperti balon. Militer berharap dapat mendemonstrasikan pada akhir tahun 2017 dan uji terbang pada 2018. Jika berhasil, Badan Pertahanan Rudal akan melakukan tes pada tahun 2019.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Dunia Terkini Lainnya
Unik - Senin, 28 Januari 2019 - 13:55 WIB

India larang SD main game PUBG

PARA pemain PlayerUnknowns BattleGrounds (PUBG) Mobile di India harus menahan diri. Bagi kalangan sekolah dasar (SD), game ini resmi dilarang, ...
Peristiwa - Senin, 21 Januari 2019 - 11:00 WIB

Pintu Membeku, 250 Penumpang United Airlines Terdampar Selama 16 Jam

250 Penumpang United Airlines terdampar selama 16 jam di landasan salah satu bandara yang ada di Kanada. Ini lantaran pintu ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 10:42 WIB

Nelayan Indonesia bersumpah mengetahui lokasi jatuhnya MH370

SEORANG nelayan asal Indonesia bernama Rusli Khusmin secara mendadak mengungkap tragedi hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 di Subang Jaya, ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:45 WIB

Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth, kecelakaan lalu lintas

SUAMI Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Philip dikabarkan mengalami kecelakaan lalu lintas di sebuah kawasan, 160 kilometer sebelah utara ...
Peristiwa - Jumat, 18 Januari 2019 - 09:28 WIB

Ustadz Arifin Ilham membaik, segera keluar rumah sakit

USTADZ Arifin Ilham yang dirawat Rumah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia, dalam dua pekan terakhir, dikabarkan semakin membaik. Pihak rumah sakit ...
Peristiwa - Kamis, 17 Januari 2019 - 15:32 WIB

Fakta mengerikan: Ada website jual beli daging manusia

DUNIA maya ternyata pernah menjadi rumah untuk praktik kanibalisme. Di dunia mayalah terdapat situs dan forum yang secara ternag-terangan membahas ...